Gerakan Jateng di Rumah Saja, Ganjar: Bukan Berarti Senin Lusa Bebas-bebasan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengenakan topeng Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat melakukan aksi sosialisasi program  `Jateng di Rumah Saja`  di Jalan Jendral Sudirman, Solo, Jawa Tengah, Jumat, 5 Februari 2021. Aksi tersebut untuk mengajak masyarakat tetap berada di rumah pada akhir pekan. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Warga mengenakan topeng Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat melakukan aksi sosialisasi program `Jateng di Rumah Saja` di Jalan Jendral Sudirman, Solo, Jawa Tengah, Jumat, 5 Februari 2021. Aksi tersebut untuk mengajak masyarakat tetap berada di rumah pada akhir pekan. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja pada hari pertama telah berjalan baik. Hal ini didasarkan pada laporan yang disampaikan sejumlah pemerintah kabupaten dan kota kepadanya.

    "Alhamdulillah berjalan bagus, tadi beberapa bupati/wali kota sudah kasih laporan," ujar Ganjar, di Semarang, Sabtu, 6 Februari 2021.

    Ia pun berharap dukungan masyarakat untuk tetap di rumah saja bisa dilanjutkan pada hari kedua pelaksanaan atau Ahad, 7 Februari 2021. Ganjar meminta masyarakat mau menahan diri sehari lagi agar tujuan Gerakan Jateng di Rumah Saja bisa berjalan sukses.

    "Tapi tidak berarti Senin lusa kita bebas-bebasan, tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Nanti akan kami cek, apakah gerakan ini berpengaruh positif atau tidak. Memang 'ngeceknya' agak lama, kita hitung dua minggu setelah ini dan semoga ini bisa mengurangi. Sambil, kami menyiapkan vaksinasinya," katanya.

    Lebih jauh Ganjar menjelaskan laporan dari Bupati Brebes yang diterimanya soal pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja di hari pertama. "Masyarakat mendukung dan jalanan sepi. Temanggung juga sama, meski beberapa pasar di sana tetap buka, tapi operasional berhenti pukul 12.00 WIB kemudian dilakukan penyemprotan," ucapnya.

    Selain Kabupaten Brebes dan Temanggung, daerah lain seperti Kabupaten Banyumas, Kota Magelang, Kota Tegal dan lainnya juga memberikan laporan kepada Ganjar. Bahkan, di Kota Tegal ada patroli di jalanan dan beberapa ruas jalan ditutup, sedangkan polisi melakukan patroli secara ketat di Kota Magelang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.