Menjelang Jateng di Rumah Saja, Harga Sembako di Pasar Melonjak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana aktifitas jual beli dengan dibatasi sekat plastik di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Senin, 11 Januari 2021. Selama pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 11-25 Januari 2021 operasional pasar tradisional di Kota Solo tetap buka dengan pembatasan waktu operasional sampai pukul 18:00 WIB dan menerapkan protokol kesehatan ketat. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Suasana aktifitas jual beli dengan dibatasi sekat plastik di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Senin, 11 Januari 2021. Selama pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 11-25 Januari 2021 operasional pasar tradisional di Kota Solo tetap buka dengan pembatasan waktu operasional sampai pukul 18:00 WIB dan menerapkan protokol kesehatan ketat. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Kudus - Sri Wahyuni harus memutar otak agar dagangannya tak merugi. Pemilik warung di Jalan Lingkar Kudus tersebut harus merogoh saku cukup dalam untuk modal berjualan hari ini. Pasalnya, sehari menjelang program Jateng di Rumah Saja digelar, harga kebutuhan di pasar tradisional melonjak.

    Menurut Sri, harga daging ayam di Pasar Bitingan Kudus yang sebelumnya Rp 35.000 per kilogram menjadi Rp 40.000. Adapun telur yang semula 21.000 per kilogram menjadi Rp 25.000. "Cabai merah sebelumnya Rp 30.000 sekarang 44.000," ungkapnya pada Jumat, 5 Februari.

    Sri menyebut, melonjaknya harga tersebut lantaran mulai besok warga dilarang bepergian karena adanya program Jateng di Rumah Saja. Akibatnya, pagi tadi warga menyerbu pasar tradisional untuk belanja bekal dua hari ke depan. "Yang belanja di pasar ramai sekali. Seperti mau lebaran," kata dia.

    Jateng di Rumah Saja merupakan program yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menekan penularan Covid-19. Berdasarkan surat edaran Gubernur Jawa Tengah bernomor 443.5/0001933 program itu akan di jalan selama dua hari yaitu pada 6 dan 7 Februari 2021.

    Namun, program tersebut tak berlaku bagi warga yang bekerja di bidang kesehatan, kebencanaan, keamanan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, logistik dan kebutuhan pokok masyarakat, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, serta industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.

    Untuk memastikan program tersebut berjalan lancar, operasi yustisi oleh tim gabungan akan dilaksanakan di sejumlah titik di Jateng. "Kita sedang belajar disiplin, bukan lockdown," kata Ganjar.

    Menurut Ganjar, sistem pelaksanaan Jateng di Rumah Saja di serahkan kepada kepala daerah masing-masing. Bupati dan wali kota dipersilakan menggelar program itu dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter dan kearifan lokal setiap daerah. "Tak hanya arif dalam membuat kebijakan tapi juga arif melihat kondisi daerah," tuturnya.

    Baca: Soal Izin Investasi, Ganjar Pranowo: Jangan Diangel-angel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.