IHSG Ditutup Menguat di 6.146,02 Usai Rilis BPS soal Ekonomi Terkontraksi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020.  Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020.. Tempo/Tony Hartawan

    Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020.. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG ditutup menguat 0,64 persen atau 38,8 poin pada akhir perdagangan hari ini di level 6.146,02 ketimbang penutupan kemarin. IHSG menguat walaupun Badan Pusat Statistik atau BPS sebelumnya mengumumkan produk domestik bruto Indonesia -2,07 persen untuk periode 2020.

    Sebelumnya IHSG dibuka di level 6.136,39 di awal perdagangan. Adapun sepanjang perdagangan hari ini terpantau 286 saham menghijau, 176 memerah, dan 155 menguning.

    Total transaksi sekitar Rp 11,98 triliun dan investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 218,85 miliar jelang penutupan. Sejumlah saham yang menguat dobel digit pada hari ini di antaranya MTPS 34,83 persen, MARK 13,43 persen, BUMI 12,5 persen, ANTM 10,83 persen, dan GJTL 10,97 persen.

    Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta menyebut hasil PDB Indonesia tahun 2020 hanya sedikit berbeda dari konsensus ekonom sehingga pergerakan pasar sudah priced in. "Jadi tidak ada kekhawatiran," ujarnya ketika dihubungi.

    Sementara itu, analis Artha Sekuritas Dennies Christopher mengatakan meski hasil PDB tahunan Indonesia mengalami minus yang lebih dalam dari konsensus, tapi hasil -2,07 persen cenderung bisa diterima pasar. "Slightly di bawah konsensus, tapi saya rasa masih oke," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.