Pertamina Bukukan Laba Bersih Rp 14 Triliun Sepanjang 2020, Apa Strateginya?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Senin, 17 September 2018. Nicke Widyawati diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka, mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, dan Eni Maulani Saragih, dalam kasus suap terkait dengan kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Senin, 17 September 2018. Nicke Widyawati diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka, mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, dan Eni Maulani Saragih, dalam kasus suap terkait dengan kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) sepanjang tahun 2020 membukukan laba bersih senilai US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 14 triliun. Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengklaim laba didapatkan dari sejumlah inisiatif yang berhasil memulihkan kinerja perusahaan pelat merah tersebut. 

    Upaya yang dilakukan adalah meningkatkan produktivitas hulu migas dan kilang, serta efisiensi di semua bidang yakni pemotongan opex (operational expenditure) 30 persen dan prioritasi anggaran investasi,” kata Nicke, Kamis, 4 Februari 2021.

    Dengan begitu, BUMN yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi ini membalikkan posisi kerugian pada semester I pada tahun 2020 menjadi untung sepanjang tahun lalu.

    Lebih jauh Nicke menjelaskan bahwa sepanjang 2020 Pertamina tertekan oleh tiga sentimen sekaligus. Ketiga sentimen itu adalah rendahnya harga minyak dunia, lemahnya permintaan, dan depresiasi kurs.

    Sepanjang tahun lalu, kata Nicke, permintaan BBM secara nasional jeblok hingga 25 persen, harga minyak sangat terdampak dan nilai tukar rupiah yang terdepresiasi sangat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan migas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.