Hingga 2023, Erick Thohir Targetkan 8-12 BUMN dan Anak Cucunya Melantai di Bursa

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 14 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Penyertaan Modal Negara Tahun 2021, Target Deviden BUMN Tahun Buku 2020, Pembayaran Hutang Pemerintah Kepada BUMN Tahun 2020 dan Roadmap dan Restrukturisasi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 14 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Penyertaan Modal Negara Tahun 2021, Target Deviden BUMN Tahun Buku 2020, Pembayaran Hutang Pemerintah Kepada BUMN Tahun 2020 dan Roadmap dan Restrukturisasi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan dalam tiga tahun ke depan akan ada lebih banyak perusahaan pelat merah, maupun anak dan cucunya, yang melantai di pasar modal.

    "Karena persaingan sekarang sangat terbuka. Karena itu juga, dalam transformasi di BUMN kita percaya untuk tiga tahun ke depan dan ini jadi bagian transparansi, GCG, kita akan listing lebih banyak BUMN, anak atau cucunya," tutur Erick dalam siaran langsung, Kamis, 4 Februari 2021.

    Menurut Erick, ada sekitar delapan hingga 12 perusahaan pelat merah yang akan go public. Namun, ia ingin perusahaan itu nantinya tidak sekadar menjadi perusahaan terbuka, melainkan memiliki kekuatan fundamental dan keberlanjutan.

    "Karena kita tahu, ada 28 perusahaan BUMN yang sudah listing ada empat yang terengah-engah. Nanti kami perbaiki. Jangan sekadar listing, tapi bersaing dan sustainability," tutur Erick.

    Erick mengatakan sebanyak delapan hingga 12 perusahaan tersebut dipersiapkan untuk melantai pada kisaran 2021, 2022, dan 2023. Ia berharap dengan adanya kerja keras dan dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, dan seluruh pemangku kebijakan, target tersebut bisa tercapai.

    Ia menjamin perusahaan yang akan melantai tersebut adalah perusahaan yang baik dan memiliki strategi jangka panjang. "Kalau kita lihat, kenapa sekarang banyak perusahaan BUMN seksi? Karena roadmap-nya jelas. Apakah nanti punya strategi jangka panjang ev battery, strategi jangka panjang industri digital dan lainnya."

    Karena itu, Erick Thohir memastikan akan berupaya, selain menjaga korporasi, namun juga layanan publik kepada masyarakat Indonesia. "Tentu kerja keras tidak ada artinya tanpa dukungan."

    Baca: Erick Thohir Masukkan Pengusaha Kelas Kakap di Kepengurusan MES, Siapa Saja?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?