Alibaba Group Cetak Laba Bersih Rp 168,14 Triliun di 2020

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Alibaba Group terlihat di kantornya di Beijing, Cina 5 Januari 2021. [REUTERS / Thomas Peter]

    Logo Alibaba Group terlihat di kantornya di Beijing, Cina 5 Januari 2021. [REUTERS / Thomas Peter]

    TEMPO.CO, JakartaAlibaba Group Holding Limited atau Alibaba Group hari ini mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal yang berakhir pada 31 Desember 2020.

    Berdasarkan laporan itu, perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 37 persen secara year-on-year. Pendapatan perseroan tercatat sebesar US$ 33,883 miliar atau Rp 474,94 triliun (asumsi kurs Rp 14.070 per dolar AS) di periode tersebut.

    Adapun laba bersih perseroan tercatat sebesar RMB 77,977 miliar atau US$ 11,95 miliar atau Rp 168,14 triliun. Laba bersih tersebut meningkat dari 2019 yang tercatat sebesar RMB 50,13 miliar atau US$ 7,2 miliar.

    "Alibaba telah kembali meraih kesuksesan di Festival Belanja Global 11.11 dengan menstimulasi konsumsi, memenuhi permintaan konsumen, dan mendukung pemulihan bisnis para merchant yang terdampak pandemi," ujar Chairman & Chief Executive Officer of Alibaba Group, Daniel Zhang, dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Februari 2021.

    Daniel mengatakan bisnis komputasi awan Alibaba terus memantapkan kepemimpinannya di pasar dan menunjukkan pertumbuhan yang kuat. hal ini mencerminkan potensi besar komputasi awan yang baru muncul di Cina serta investasi teknologi Alibaba selama bertahun-tahun. Ke depannya, perseroan yakin dapat terus memberikan nilai bagi konsumen, memimpin dengan inovasi, serta memberikan kontribusi kepada masyarakat.

    Adapun sepanjang tahun lalu, jumlah konsumen aktif tahunan marketplace Alibaba di Cina mencapai 779 juta untuk periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2020. Angka ini meningkat 22 juta dari periode 12 bulan yang berakhir pada 30 September 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.