DKI Kaji Opsi Lockdown Tiap Akhir Pekan, Bagaimana Dampaknya ke IHSG?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sikap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang masih mengkaji opsi karantina atau lockdown di tiap akhir pekan diperkirakan bakal mempengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan atau IHSG pada hari ini. 

    Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher memproyeksi IHSG masih akan melemah pada sesi perdagangan hari ini. "Ada kekhawatiran akibat tingginya kasus Covid dan adanya wacana lockdown dari pemda DKI Jakarta yang dicemaskan dapat menghambat aktivitas ekonomi,” katanya seperti dikutip dari publikasi riset, Rabu, 3 Februari 2021.

    Ia memperkirakan IHSG belum akan keluar dari zona merah pada perdagangan. Secara teknikal IHSG masih bergerak dalam trend bearish jangka menengah sehingga masih ada potensi melanjutkan pelemahan. 

    Lebih jauh Dennies memprediksi level support IHSG berada di posisi 6.004 dan 5.941, sedangkan level resisten di posisi 6.143 dan 6.219.

    Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin, IHSG parkir di level 6.043,84 terkoreksi 0,4 persen. Pelemahan didorong oleh indeks saham sektor pertambangan yang turun 3,11 persen dan disusul oleh sektor properti yang melemah 1,26 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.