Bos Bank Syariah Indonesia Klaim Perbankan Syariah Lebih Tahan Krisis

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi berpose dalam sesi foto usai penandatanganan akta penggabungan tiga bank syariah milik Himbara di Jakarta, Rabu 16 Desember 2020. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi berpose dalam sesi foto usai penandatanganan akta penggabungan tiga bank syariah milik Himbara di Jakarta, Rabu 16 Desember 2020. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Hery Gunardi mengklaim perbankan syariah lebih tangguh di masa krisis akibat pandemi Covid-19. Hal ini dibuktikan dari kinerja PT Bank BRISyariah Tbk. dan PT Bank Syariah Mandiri yang tumbuh signifikan selama tahun lalu. 

    Hery mencontohkan BRI Syariah yang membukukan lonjakan laba 235,14 persen secara tahunan pada tahun lalu. Demikian pula laba Mandiri Syariah tahun lalu tercatat Rp 1,4 triliun, tumbuh dari tahun sebelumnya Rp 1,3 triliun.

    Adapun alasan perbankan syariah lebih tangguh di tengah krisis, menurut Hery, karena model bisnis bank syariah menggunakan sistem bagi hasil. "Baik bank dan nasabah lebih fleksibel, (ketika ekonomi terkontraksi) bisa meng-adjust sendiri seperti shock breaker," katanya, Selasa, 2 Februari 2021.

    Tak hanya itu, Hery memaparkan pertumbuhan bisnis bank syariah secara industri sepanjang tahun lalu yang melebihi ekspektasi. Dari sisi aset, perbankan syariah mengalami kenaikan 10,97 persen secara tahunan, di atas pertumbuhan bank konvensional sebesar 7,7 persen.

    ADVERTISEMENT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...