5 Langkah BTN hingga Raih Laba Bersih Rp 1,6 T atau Naik 6,7 Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bank Tabungan Negara (BTN). TEMPO/Tony Hartawan;

    Ilustrasi Bank Tabungan Negara (BTN). TEMPO/Tony Hartawan;

    TEMPO.CO, Jakarta - Plt Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Nixon LP Napitupulu mengklaim perseroan membukukan laba bersih Rp 1,6 triliun tahun lalu. Realisasi tersebut naik 6,7 kali lipat dari 2019.

    "Laba bersih kami tumbuh sangat tinggi 671 persen didorong karena 2019 kita lakukan banyak down grade, bersih-bersih. Laba kami Rp 1,6 triliun,” katanya Rapat dengar Pendapat Komisi XI DPR, Selasa, 2 Februari 2021.

    Menurut dia, BTN memiliki lima inisiatif yang dijalankan untuk mendukung kinerja dan fundamental bisnis.

    Pertama, Nixon memaparkan perseroan meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik dengan meluncurkan whistle blower sistem yang dikelola langsung oleh pihak eksternal. Perseroan juga mendapat sertifikat ISO 37001:2016 bidang kredit komersial dan bidang pengadaan.

    Kedua, perseroan memperbaiki proses bisnis dengan sentralisasi proses operasional kredit konsumer. Rasio early payment default 2020 pun membaik menjadi 0,19 persen dari sebelumnya 0,46 persen. Perseroan juga mulai piloting sentralisasi proses kredit komersial dengan membangun banking center.

    Ketiga, perseroan telah mendapat penguatan modal melalui penerbitan junior global bond awal tahun lalu yang mencapai US$ 300 juta. BTN juga masih menjalin kerja sama dengan JBIC, AIIB dan ADB untuk pengembangan proyek rumah milenial di daerah perkotaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?