Ada Toko Online Jual GeNose Rp 90 Juta, UGM Minta Masyarakat Hati-hati

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengecekan kantong nafas dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu, 24 Januari 2021. Selain lebih cepat, biaya deteksi Covid-10 dengan alat ini diklaim lebih murah dari rapid test. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas melakukan pengecekan kantong nafas dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu, 24 Januari 2021. Selain lebih cepat, biaya deteksi Covid-10 dengan alat ini diklaim lebih murah dari rapid test. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi Universitas Gadjah Mada (UGM) meminta masyarakat tidak terjebak membeli alat pendeteksi Covid-19 berbasis embusan napas GeNose buatan tim riset UGM yang ditawarkan sejumlah pihak melalui toko online beberapa waktu terakhir.

    Direktur Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM Hargo Utomo melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa, 2 Februari 2021, menyebutkan setelah GeNose memperoleh izin edar dan dipasarkan, beberapa pihak justru mengambil keuntungan dengan menjual di toko online disertai harga jual yang beragam.

    "Di sana terlihat GeNose dijual dengan harga beragam. Ada yang Rp 75 juta, Rp 80 juta bahkan Rp 90 juta," kata Hargo.

    Ia menegaskan distribusi GeNose sudah dikelola oleh PT Swayasa Prakarsa. Saat ini telah ada tiga distributor resmi GeNose C19 dan menyusul tiga distributor lainnya.

    Hargo juga menjelaskan harga eceran tertinggi (HET) GeNose sebesar Rp 62 juta per unit sebelum dikenakan pajak.

    "Harganya sudah ditentukan dan tidak diperbolehkan menjual di atas harga tersebut," kata Hargo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.