Sandiaga Uno Mohon ke Airlangga Anggarkan Bantuan Pelaku Pariwisata Rp 13 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi dan Kreatif Sandiaga Uno berharap pemerintah menggelontorkan bantuan Rp 13 triliun bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19. Menurutnya, harapan itu sudah disampaikan kepada Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto untuk direalisasikan.

    "Saya berharap paket-paket ini bisa segera tereksekusi. Saya lagi memohon ke Pak Menko Perekonomian untuk pertimbangan ini," kata Sandiaga Uno dalam diskusi virtual, Selasa, 2 Februari 2021.

    Dia merinci dari Rp 13 triliun itu, bantuan Rp 9,9 triliun diberikan bagi pelaku pariwisata tingkat korporasi dan Rp 3,5 triliun untuk pengusaha pariwisata dan ekonomi kreatif tingkat mikro.

    "Kami bersama Pemda Bali sedang dorong paket jumbo Rp 9,9 triliun yang diarahkan untuk stimulus penyelamatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena sekarang cash is king butuh dana untuk bayar karyawan," ujarnya.

    Bantuan itu, kata dia, dalam bentuk pinjaman lunak untuk sektor korporasi yang menggerakkan di pariwisata dan ekonomi kreatif. Sandiaga yakin jika terealisasi, bantuan tersebut bisa membuat mereka bertahan satu hingga dia tahun ke depan di masa pandemi Covid-19.

    Dia berharap bantuan ini bisa masuk dana program pemulihan ekonomi nasional atau PEN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.