Bio Farma Ubah Nama Kemasan Vaksin Covid-19, Bukan Lagi CoronaVac

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas vaksinator menunjukkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac yang akan disuntikkan kepada sejumlah perwakilan pejabat pada tahap kedua vaksinasi di Kantor Pemkot Bandar Lampung, Lampung, Jumat 29 Januari 2021. Vaksinasi tahap dua di Bandar Lampung ditargetkan sebanyak 9.624 dosis vaksin Sinovac bagi tenaga kesehatan di Kota Bandar Lampung. ANTARA FOTO/Ardiansyah

    Petugas vaksinator menunjukkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac yang akan disuntikkan kepada sejumlah perwakilan pejabat pada tahap kedua vaksinasi di Kantor Pemkot Bandar Lampung, Lampung, Jumat 29 Januari 2021. Vaksinasi tahap dua di Bandar Lampung ditargetkan sebanyak 9.624 dosis vaksin Sinovac bagi tenaga kesehatan di Kota Bandar Lampung. ANTARA FOTO/Ardiansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara vaksinasi dari PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto mengatakan kemasan vaksin Covid-19 produksi perseroan akan berbeda dengan vaksin jadi yang diimpor langsung dari Sinovac.

    "Untuk diketahui, kemasan vaksin Covid-19 kali ini akan diberi nama Covid-19 Vaccine. Ini memiliki kemasan yang berbeda dengan vaksin yang didistribusikan sebelumnya yaitu CoronaVac," ujar Bambang dalam siaran langsung, Selasa, 2 Februari 2021.

    Sebelumnya, kata Bambang, kemasan CoronaVac yang sebanyak 3 juta dosis dikemas single dose atau dosis tunggal. Satu vial berisi satu dosis vaksin dan dikemas dalam satu dus berisi 40 vial. Sehingga satu dus berisi 40 dosis.

    Sementara, vaksin Covid-19 yang akan diproses Bio Farma nantinya akan dikemas dalam kemasan multi dosis di mana 1 vial berisi 10 dosis. Selain itu, dalam 1 dus akan dikemas 10 vial, sehingga 1 dus berisi 100 dosis.

    "Demikian perbedaan kemasan ini namun tidak membedakan kualitas dari vaksin Covid-19 tersebut," ujar Bambang.

    Hari ini Indonesia menerima kedatangan 11 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac. Bahan baku yang diterima tersebut adalah bagian dari rencana 140 juta dosis yang akan didatangkan untuk 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.