PLN dan Pertamina Resmi Teken Perjanjian Jual Beli Listrik untuk Blok Rokan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. Dok: SKK Migas

    Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. Dok: SKK Migas

    TEMPO.CO, Pekanbaru - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyatakan mampu memenuhi kebutuhan tenaga listrik dan uap di wilayah kerja Blok Rokan, Provinsi Riau yang akan segera dikelola oleh Pertamina mulai Agustus 2021 mendatang.

    Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN, Wiluyo Kusdwiharto menjelaskan komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (SPJBTLU) antara PLN dengan anak usaha Pertamina yaitu Pertamina Hulu Rokan (PHR).

    "Dengan ditandatanganinya SPJBTL ini maka secara resmi pasokan listrik dan uap untuk wilayah kerja Rokan akan dilayani oleh PLN," ujar Wiluyo dalam siaran pers Senin, 1 Februari 2021.

    Penandatanganan ini dilakukan secara daring oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Dispriansyah bersama Presiden Direktur Pertamina Hulu Rokan, Yudantoro. Kemudian, disaksikan oleh Kepala Divisi Pengelolaan Aset SKK Migas, Achmad Riad, Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN, Wiluyo Kusdwiharto dan CEO Pertamina Hulu Energi, Budiman Parhusip secara daring.

    ADVERTISEMENT

    “Semoga kerja sama ini dapat memberikan kebaikan bagi kita semua. Wilayah Kerja Rokan adalah salah satu penghasil minyak terbesar di Indonesia, kita buktikan bahwa anak bangsa dapat memberikan yang terbaik bagi negara,” tutur Kepala Divisi Pengelolaan Aset SKK Migas, Achmad Riad.

    Wiluyo menambahkan dengan penandatangan perjanjian ini diharapkan dapat menciptakan kerja sama yang baik antara PLN dengan Pertamina Hulu Rokan. Kedua belah pihak diharapkan saling berkomitmen satu dengan yang lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.