2021, Bos Krakatau Steel Bidik Kenaikan Volume Ekspor Hingga 20,77 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembuatan baja di Pabrik Krakatau Steel, Cilegon, Banten, 26 November 2014.  PT Krakatau Steel resmi memiliki pabrik pipa baja, melalui anak usahanya PT KHI Pipe Industry. TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pembuatan baja di Pabrik Krakatau Steel, Cilegon, Banten, 26 November 2014. PT Krakatau Steel resmi memiliki pabrik pipa baja, melalui anak usahanya PT KHI Pipe Industry. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Silmy Karim menargetkan volume pengiriman ekspor tahun ini bisa naik 20,77 persen menjadi 155 kiloton.

    Sebagai langkah awal, perseroan kemarin mengirimkan baja seberat 31,76 kiloton ke Malaysia. Silmy menjelaskan, volume pengiriman itu naik signifikan dibandingkan volume ekspor pada periode yang sama tahun lalu sebesar 830,97 ton.

    “Manajemen Krakatau Steel telah memanfaatkan kondisi pandemi sebagai peluang untuk masuk ke pasar ekspor yang saat ini terbuka. Kesempatan ini disebabkan karena terjadinya masalah pada supply chain pasar baja dunia,” kata Silmy dalam keterangan resmi, Senin, 1 Februari 2021.

    Sepanjang tahun ini, emiten berkode saham KRAS tersebut menargetkan volume pengiriman ekspor mencapai 155 kiloton atau meningkat 20,77 persen dibandingkan tahun lalu. Sedangkan pada tahun 2020, KRAS membukukan volume penjualan ekspor sebesar 128,34 kiloton atau sekitar 8 persen dari total volume penjualan sebesar 1.603,73 kiloton.

    Target pengiriman ekspor yang lebih tinggi itu juga seiring dengan pengerekan target penjualan total produk sebesar 2.040 kiloton atau 170 kiloton per bulan pada tahun ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.