Terpopuler Bisnis: Konversi Utang MNC Investama, Bank Syariah Indonesia

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank Syariah Indonesia. ANTARA

    Bank Syariah Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita terpopuler ekonomi bisnis sepanjang Senin, 1 Februari 2021 dimulai dengan Pengadilan Tinggi Singapura yang menyetujui penawaran konversi utang PT MNC Investama senilai US$ 231 juta atau sekitar Rp 3,24 triliun (asumsi kurs Rp 14.029 per dolar AS) yang diusulkan perseroan ke pemegang obligasi. Kemudian soal PT Bank Syariah Indonesia.

    PT Bank Syariah Indonesia merupakan merger dari tiga bank syariah Badan Usaha Milik Negara. Presiden Jokowi meresmikan bank tersebut pada pukul 13.30, Senin, 1 Februari 2021, di Istana. Selain itu berita tentang Sandiaga yang mengaku telah beberapa kali menyampaikan pandangannya kepada Jokowi terkait perekonomian Indonesia. Berikut adalah ringkasan berita terpopuler:

    1. Pengadilan Tinggi Singapura Setujui Konversi Utang Perusahaan Hary Tanoe 3,24 T

    Pengadilan Tinggi Singapura menyetujui penawaran konversi utang atau exchange offer PT MNC Investama Tbk. senilai US$ 231 juta atau sekitar Rp 3,24 triliun (asumsi kurs Rp 14.029 per dolar AS) yang diusulkan perseroan ke pemegang obligasi. Persetujuan usulan konversi utang perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe itu dikeluarkan pada Jumat pekan lalu, 29 Januari 2021.

    Dalam exchange offer yang telah disetujui, semua pemegang obligasi akan diminta untuk memilih antara saham baru atau obligasi baru. "Pemegang obligasi dapat memilih saham baru dalam waktu dua bulan sejak tanggal efektif skema, sedangkan untuk pilihan obligasi baru diberikan waktu hingga enam bulan dari tanggal efektif skema," seperti dikutip dari keterangan resmi MNC di situsnya, Senin, 1 Februari 2021.

    13_CVR_HARRY_TANOE

    Exchange offer ini berisi dua opsi untuk menukarkan obligasi. Opsi pertama menukarkan obligasi dengan saham baru perseroan dengan nilai tukar 8.267.052 saham per US$ 100.000 dari jumlah pokok obligasi (setara dengan harga konversi Rp 173 per saham dengan menggunakan nilai tukar Rp 14.302 per dolar AS.

    Adapun opsi kedua, menukarkan obligasi dengan obligasi baru yang diterbitkan oleh perseroan dengan nilai tukar US$ 100.000 jumlah pokok obligasi baru untuk setiap US$ 100.000 jumlah pokok obligasi. Obligasi baru menawarkan kupon tetap 1 persen per tahun, ditambah dengan kupon variabel yang ditentukan berdasarkan jumlah dividen tunai yang diterima perseroan dari PT Global Mediacom Tbk dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk. Obligasi baru ini memiliki jangka waktu lima tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.