Kendalikan Inflasi, Sri Mulyani Pantau Pasokan Bahan Pokok ke Daerah Bencana

Anggota Polri bersama Kodam Jaya mengangkut logistik bantuan kemanusiaan untuk korban Gempa Lombok di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018. Logistik bantuan korban bencana yang dikirimkan berupa obat-obatan, bahan pangan, air bersih, dan pakaian. TEMPO/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bakal memastikan alur barang di wilayah terdampak bencana bergerak normal. Dengan demikian pasokan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan inflasi terkendali.

"Kalau suplai itu disrupsinya karena bencana alam. Kami akan segera make sure bahwa konektivitas jalan kembali, flow of goods terjadi," ujar Sri Mulyani dalam konferensi video, Senin, 1 Februari 2021.

Baca Juga: BPS: Cabai Rawit hingga Tarif Jalan Tol Penyebab Utama Inflasi Januari 2021

Ia memastikan pemerintah akan menjaga ketersediaan kebutuhan masyarakat, khususnya bahan makanan pokok seperti gula, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, dan beras yang akan selalu dimonitor.

"Ini terutama menjelang puasa dan lebaran pasti intensitas koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia akan kita pererat lagi untuk menjaga dari sisi antisipasi suplai sidenya," tutur dia.

Senada, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berujar gangguan suplai banyak berkaitan dengan adanya musibah di berbagai daerah, seperti gempa dan banjir. Bencana tersebut, menurut dia, mengganggu produksi, juga pasokan barang kepada masyarakat.

"Tapi secara keseluruhan kita lihat tekanan inflasi dari permintaan dan penawaran secara nasional. Itu memang kita lihat adalah dari atau komponen inflasi yang disebut core inflasi. Inflasi inti 0,14 persen," ujar dia. Secara nasional, apabila membandingkan produksi nasional dengan permintaan, kata dia, masih jauh memenuhi. Sehingga, inflasi inti masih rendah.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat inflasi pada 2021 sebesar 0,26 persen. Hal itu berdasarkan survei di 90 kota pemantauan BPS.

"Dengan nilai inflasi 0,26 persen, maka tingkat inflasi dari tahun ke tahun atau Januari 2021 ke Januari 2020 sebesar 1,55 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam siaran virtual, Senin, 1 Februari 2021.

Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 masih membayang-bayangi perekonomian di berbagai negara termasuk Indonesia. Dia mengatakan selama pandemi mobilitas berkurang, roda ekonomi bergerak lambat yang berpengaruh pada pendapatan dan lemahnya permintaan masyarakat.

Dia menuturkan dari 90 kota pemantauan, kata dia, 75 kota terjadi inflasi dan 15 kota terjadi deflasi.

CAESAR AKBAR | HENDARTYO HANGGI






Prediksi Inflasi September 1,45 Persen, Indef: Penyebabnya Harga BBM, Pangan dan Angkot Naik

47 menit lalu

Prediksi Inflasi September 1,45 Persen, Indef: Penyebabnya Harga BBM, Pangan dan Angkot Naik

Indef memperkirakan tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen pada September 2022 mencapai 1,45 persen secara bulanan (month to month/mtm).


Rupiah Dibuka Menguat di Posisi Rp 15.195

10 jam lalu

Rupiah Dibuka Menguat di Posisi Rp 15.195

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih lebih baik ketimbang negara lain.


Rupiah Tembus Rp 15 Ribu, Sri Mulyani Sebut Mata Uang Negara Lain Lebih Loyo

11 jam lalu

Rupiah Tembus Rp 15 Ribu, Sri Mulyani Sebut Mata Uang Negara Lain Lebih Loyo

Sri Mulyani mengatakan depresiasi rupiah masih lebih rendah ketimbang negara lain, yakni 6,1 persen.


10 Provinsi Dapat Rp 10 Miliar karena Dinilai Bisa Kendalikan Inflasi

12 jam lalu

10 Provinsi Dapat Rp 10 Miliar karena Dinilai Bisa Kendalikan Inflasi

Airlangga mengungkapkan ada sepuluh provinsi yang mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) karena mampu mengendalikan inflasi.


Airlangga Sebut Ledakan Inflasi Jadi Musuh Dunia, Ini 3 Cara Menanggulanginya

13 jam lalu

Airlangga Sebut Ledakan Inflasi Jadi Musuh Dunia, Ini 3 Cara Menanggulanginya

Untuk menanggulangi dampak inflasi dan tetap menjaga daya beli masyarakat, Airlangga membeberkan tiga cara yang disiapkan pemerintah.


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

14 jam lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Terpopuler Bisnis: Investasi Lebih Baik dari Menabung saat Resesi, Inflasi Kuartal IV Tembus 7 Persen

14 jam lalu

Terpopuler Bisnis: Investasi Lebih Baik dari Menabung saat Resesi, Inflasi Kuartal IV Tembus 7 Persen

Berita terpopuler ekonomi bisnis kemarin dimulai dari perencana keuangan menyarankan masyarakat untuk menghindari menabung di bank saat resesi.


Ekonomi Sebut Inflasi di Kuartal IV 2022 Tembus 7 Persen, Tak Hanya BBM yang Jadi Pendorong

23 jam lalu

Ekonomi Sebut Inflasi di Kuartal IV 2022 Tembus 7 Persen, Tak Hanya BBM yang Jadi Pendorong

PT Bank UOB Indonesia memperkirakan bahwa inflasi akan meningkat pada kuartal IV/2022 atau pada Desember 2022 bisa mencapai 7 persen.


Rapat Paripurna APBN 2023 Usai, Sri Mulyani: Salam Restorasi, Demokrat Bersama Rakyat

1 hari lalu

Rapat Paripurna APBN 2023 Usai, Sri Mulyani: Salam Restorasi, Demokrat Bersama Rakyat

Sri Mulyani Indrawati membuat ruang sidang rapat paripurna DPR RI, hari ini, Kamis, 29 September 2022 riuh.


Akumulasi Defisit Fiskal Selama Covid-19 Rendah, Sri Mulyani: Jauh di Bawah Negara Lain

1 hari lalu

Akumulasi Defisit Fiskal Selama Covid-19 Rendah, Sri Mulyani: Jauh di Bawah Negara Lain

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, akumulasi defisit fiskal Indonesia selama masa Covid-19 sangat rendah dibanding negara-negara lain.