Penumpang Angkutan Laut Domestik Naik 9,23 Persen pada Desember 2020

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa dokumen penumpang kapal KM Kirana IX  di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa 19 Mei 2020. Pada H-5 Lebaran 2020 pemudik kapal laut di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sampai saat ini terpantu sepi. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    Petugas memeriksa dokumen penumpang kapal KM Kirana IX di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa 19 Mei 2020. Pada H-5 Lebaran 2020 pemudik kapal laut di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sampai saat ini terpantu sepi. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri tercatat 1,3 juta orang pada Desember 2020. Jumlah itu menunjukkan kenaikan 9,23 persen dibanding bulan sebelumnya.

    "Kenaikan jumlah penumpang terjadi di seluruh pelabuhan utama yang diamati," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin, 1 Februari 2021.

    Dia mengatakan kenaikan di Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 184,62 persen, Belawan sebesar 100 persen, Tanjung Perak sebesar 90,15 persen, Balikpapan sebesar 60 persen, dan Makassar sebesar 33,61 persen.

    Baca Juga: Angkutan Laut Minus 17 Persen, Pengusaha Pelayaran Tunggu Stimulus

    Sedangkan selama Januari hingga Desember 2020, kata dia, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri mencapai 14,2 juta orang atau turun 40,66 persen dibanding periode yang sama 2019.

    Penurunan jumlah penumpang terjadi di seluruh pelabuhan utama yang diamati, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 76,51 persen, Belawan sebesar 73,89 persen, Makassar sebesar 67,22 persen, Balikpapan sebesar 66,74 persen, dan Tanjung Perak sebesar 57,72 persen.

    Adapun jumlah barang yang diangkut selama Januari hingga Desember 2020 mencapai 302,6 juta ton atau naik 1,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

    Berbeda dengan kenaikan jumlah penumpang angkutan laut, peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi justru di luar pelabuhan utama yang diamati. Sedangkan penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 18,67 persen, Makassar sebesar 15,43 persen, Panjang sebesar 12,33 persen, Tanjung Perak sebesar 11,74 persen, dan Balikpapan sebesar 2,56 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.