Jokowi Ingin Indonesia Jadi Pusat Gravitasi Ekonomi Syariah

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbicara dalam penyerahan Surat Keputusan (SK) untuk Hutan Sosial, Hutan Adat, dan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, 7 Januari 2021. Penyerahan dilakukan kepada 30 perwakilan penerima yang hadir terbatas di Istana Negara, Jakarta, dan kepada penerima lainnya yang mengikuti acara secara virtual di 30 provinsi. FOTO/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo berbicara dalam penyerahan Surat Keputusan (SK) untuk Hutan Sosial, Hutan Adat, dan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, 7 Januari 2021. Penyerahan dilakukan kepada 30 perwakilan penerima yang hadir terbatas di Istana Negara, Jakarta, dan kepada penerima lainnya yang mengikuti acara secara virtual di 30 provinsi. FOTO/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan semua pihak harus terus bekerja keras menjadikan Indonesia sebagai pusat gravitasi ekonomi syariah di regional dan global.

    "Alhamdulillah berdasarkan data The State of Global Islamic Economy Indicator Report, sektor ekonomi syariah Indonesia telah mengalami pertumbuhan berarti," kata Jokowi dalam konferensi pers virtual peluncuran PT Bank Syariah Indonesia Tbk. dari Istana Negara, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021.

    Dia menuturkan pada 2018 ekonomi syariah Indonesia berada di peringkat kesepuluh dunia, 2019 naik jadi kelima dunia, dan 2020 ekonomi syariah Indonesia berada di peringkat empat dunia. "Kenaikan peringkat tersebut harus kita syukuri," ujarnya.

    Dia juga bersyukur kinerja perbankan syariah Indonesia tetap mencatat pertumbuhan yang stabil di tengah pandemi Covid-19. Perbankan syariah, kata dia, berhasil tumbuh lebih tinggi dibanding perbankan konvensional.

    Pertama dari sisi aset naik 10,97 persen secara tahunan, lebih tinggi dari bank konvensional yang tumbuh 7,7 persen. Dari sisi Dana Pihak Ketiga, tumbuh 11,56 persen secara tahunan, sedangkan bank konvensional 11,49 persen.

    Pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,42 persen, jauh lebih tinggi dari bank konvensional yang tumbuh 0,55 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.