Januari 2021 Inflasi 0,26 Persen, Kepala BPS: Dampak Pandemi Belum Reda

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata telur di kiosnya di Pasar Tebet, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2020 sebesar 0,08 persen yang disebabkan permintaan barang dan jasa turun drastis akibat pandemi virus Corona. TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang menata telur di kiosnya di Pasar Tebet, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2020 sebesar 0,08 persen yang disebabkan permintaan barang dan jasa turun drastis akibat pandemi virus Corona. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat inflasi pada 2021 sebesar 0,26 persen. Hal itu berdasarkan survei di 90 kota pemantauan BPS.

    "Dengan nilai inflasi 0,26 persen, maka tingkat inflasi dari tahun ke tahun atau Januari 2021 ke Januari 2020 sebesar 1,55 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam siaran virtual, Senin, 1 Februari 2021.

    "Kalau dilihat memasuki 2021 dampak Covid-19 belum reda."

    Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 masih membayang-bayangi perekonomian di berbagai negara termasuk Indonesia. Dia mengatakan selama pandemi mobilitas berkurang, roda ekonomi bergerak lambat yang berpengaruh pada pendapatan dan lemahnya permintaan masyarakat.

    Dia menuturkan dari 90 kota pemantauan, kata dia, 75 kota terjadi inflasi dan 15 kota terjadi deflasi.

    Terjadi Inflasi tertinggi di Mamuju sebesar 1,43 persen. Hal itu karena ada kenaikan harga berbagai jenis ikan dan juga cabai rawit. Sedangkan inflasi terendah di Balikpapan dan Ambon.

    Untuk deflasi tertinggi, kata dia, terjadi di Baubau, Sulawesi Tenggara sebesar -0,92 persen. BPS mencatat hal itu terjadi karena ada penurunan harga tiket angkutan udara dan juga adanya penurunan harga jenis ikan di Baubau. Sedangkan deflasi terendah di Pontianak -0,01 persen.

    BACA: Sensus Penduduk 2020, BPS: Generasi Z dan Milenial Dominasi Jumlah Penduduk RI

     

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.