Sebut PPKM Tak Efektif, Jokowi Minta Ada Evaluasi Menyeluruh

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbicara setelah mendapat injeksi vaksin Covid-19 yang kedua, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021. Foto:  Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo berbicara setelah mendapat injeksi vaksin Covid-19 yang kedua, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebutkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM tidak efektif. Pasalnya, kasus Covid-19 masih terus naik. 

    Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Ahad, 31 Januari 2021, Kepala Negara mewanti-wanti perekonomian bisa jeblok akibat PPKM. Namun begitu, dia mengaku tak khawatir apabila kasus Covid-19 turun.

    “Menurut saya hati-hati ini turun. Ada PPKM, ekonomi turun. Sebetulnya nggak apa-apa, asal Covid-nya juga turun. Tapi ini ndak,” kata Jokowi seperti dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Ahad, 31 Januari 2021.

    Oleh karena itu, ia meminta jajaran kementerian mengevaluasi kembali kebijakan yang telah berlangsung selama tiga pekan tersebut. Pasalnya, hingga kini belum terlihat adanya penurunan angka kasus.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta pejabat di bawahnya mencari formula untuk menekan angka infeksi. Meski begitu diakuinya belum ada negara yang menemukan solusi terbaik menangkal pandemi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.