Erick Thohir Masukkan Pengusaha Kelas Kakap di Kepengurusan MES, Siapa Saja?

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 30 November 2020. Rapat tersebut membahas permasalahan asuransi Jiwasraya, road map BUMN, restrukturisasi BUMN dan lainnya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 30 November 2020. Rapat tersebut membahas permasalahan asuransi Jiwasraya, road map BUMN, restrukturisasi BUMN dan lainnya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Menteri BUMN Erick Thohir, langsung tancap gas untuk mencari orang guna mengisi struktur Pengurus Pusat MES.

    Menariknya dalam daftar pengurus pusat yang tunjuk oleh Erick Thohir, bertabur nama pengusaha yang notabene berasal dari kalangan pengusaha konvensional alias non-syariah.

    Dalam struktur Dewan Penyantun, misalnya, Erick memasukkan nama pengusaha kelas kakap seperti bos Indika Energi Arsjad Rasjid, Ketua Kadin Roeslan P Roeslani, dan CEO ABM Investama Rachmat Mulyana.

    Selain itu ada juga nama putra taipan pemilik Djarum Group Robert Budi Hartono, Martin Hartono, Arini (Ninin) Subianto, dan pengusaha Farhat Brachma.

    ADVERTISEMENT

    Sementara itu, untuk jajaran pengurus harian Erick memasukkan nama Teten Masduki, Muhammad Lutfi, dan Bahlil Lahadalia sebagai Wakil Ketua Umum. Jabatan Sekjen MES dijabat Iggi H. Achsien, dan Bendahara Umum diisi oleh Hery Gunardi, kandidat Dirut Bank Syariah Indonesia.

    Baca Juga: Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Ungkap Simpanan Pemda hingga Fakta Seleksi STAN

    Adapun dalam Rancangan Badan Pengurus Harian MES yang akan membantu Erick sebagai Ketua Umum terdiri dari 3 (tiga) Wakil Ketua Umum, 1 (satu) orang Sekretaris Jenderal, 1 (satu) Bendahara Umum, 7 (tujuh) Ketua, 7 (tujuh) sekretaris, 7 (tujuh) bendahara dan 4 (empat) koordinator wilayah.

    Sedangkan dalam jajaran komite akan ada perampingan, dari sebelumnya 25 komite hanya menjadi 20 komite. Sementara itu, di jajaran dewan, Erick membuat struktur yang dibilang cukup berbeda.

    Dewan Pembina dan Dewan Pakar yang sudah ada dalam periode sebelumnya, akan diperkuat dengan Dewan Penggerak dan Dewan Penyantun, yang juga akan diisi para tokoh yang memiliki kepedulian, semangat juang, dan komitmen di ekonomi Syariah.

    Seperti diketahui, pekan lalu, Sabtu, 23 Januari 2021, MES menggelar Musyawarah Nasional dan menunjuk Erick Thohir menjadi ketua umum periode 2021-2023. Dalam Munas itu juga dipilih beberapa tim formatur untuk menyusun kepengurusan MES. 

    Tim formatur itu terdiri dari, Dewan Pembina Demisioner Ma'ruf Amin, Dewan Pakar Demisioner Sugiharto, dua orang BPH Demisioner Firdaus Djaelani dan Edy Setiadi, perwakilan Indonesia Barat Syahrizal Abbas, perwakilan Indonesia Tengah Imron Mawardi, perwakilan Indonesia Timur Baiq Mulianah, perwakilan Luar Negeri - MES Malaysia Mahbubi Aly, Badan Otonom Muhammad Syakir Sula, steering committee Siti Ma'rifah dan organizing committeeOC Iggi Achsien.

    Dalam sambutan setelah terpilih menjadi ketua, Erick menyatakan bahwa akan menyusun kepengurusan paling lama satu pekan, dari yang seharusnya maksimal satu bulan.

    "Ketika tadi disampaikan waktunya satu bulan, Bapak Wapres menyampaikan dua minggu, Insya Allah bersama tim formatur, dalam satu minggu bisa membentuk kepengurusan," kata Erick.

    Dalam sambutan itu, Erick menyampaikan empat program kerja yang akan dibawa dalam 3 tahun ke depan. 

    Pertama, peningkatan pasar industri halal di dalam dan luar negeri. "Karena kita punya market besar jadi ketika market kita bisa pegang, tentu untuk ke luar negeri punya fondasi lebih mudah."

    Kedua, mengembangkan industri keuangan syariah dengan mendorong ke arah digital, terutama finansial teknologi dan keuangan syariah moderen.

    Ketiga, investasi yang bersahabat dengan melibatkan pengusaha daerah agar kesenjangan bisa dikikis. "Pengusaha daerah jadi  juara di daerahnya masing-masing sehingga jadi platform penarik pengusaha kecil lainnya."

    Keempat, Erick Thohir menyebutkan, pembinaan ekonomi syariah yang dimulai dari pedesaan agar secara berkelanjutan memiliki fondasi ekonomi syariah yang kuat. "Dari titik nol di desa."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.