Diprediksi Jadi 41 Persen PDB di 2021, Wamenkeu: Utang RI Pasti Naik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara tidak memungkiri utang pemerintah akan naik untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19. Sebab, dalam keadaan perekonomian menciut dan penerimaan negara berkurang, belanja harus naik.

    "Kita lakukan itu di tengah-tengah ya ini ngutang. Karena kalau ekonomi shrinking, penerimaan negara berkurang, belanja harus naik. Pasti utang naik. Utang naik, sekarang sekitar 38,5 persen PDB. Mungkin 2021 ke 41 persen PDB," ujar Suahasil dalam webinar, Sabtu, 30 Januari 2021.

    Kendati rasio utang terhadap PDB tersebut akan naik di 2021, Suahasil memastikan utang akan dijaga tetap aman. "Kita relatively modest. Kita coba tahan di 38,39,40 persen, kalau harus naik tahun ini ke 41 persen."

    Ia memastikan dengan langkah tersebut pemerintah juga menjaga perekonomian Indonesia lebih baik dari negara lain. Ia pun membandingkan kondisi ekonomi Indonesia dengan negara lain yang dinilai mematok defisit lebih besar, namun ekonominya turun lebih dalam.

    Misalnya saja India yang defisit 13 persen, namun ekonominya terkontraksi 8 persen. "Jerman juga begitu, Prancis juga begitu. Malaysia defisit 6,5 persen tapi pertumbuhan ekonomi minus 5,8 persen," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.