Bambang Brodjonegoro Pamer Hasil Riset yang Dikembangkan Selama Pandemi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan) menyimak penjelasan dari Menristek Bambang Brodjonegoro (kanan) tentang cara kerja alat deteksi dini COVID-19 bernama GeNose C19 pada layar televisi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan) menyimak penjelasan dari Menristek Bambang Brodjonegoro (kanan) tentang cara kerja alat deteksi dini COVID-19 bernama GeNose C19 pada layar televisi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro memamerken sederet hasil riset yang dikembangkan di Indonesia selama pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan oleh sejumlah instansi atau lembaga melalui konsorsium riset yang dibentuk sejak wabah corona pertama kali masuk ke Indonesia.

    “Para peneliti, perekayasa, dan dosen di Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa. Dalam waktu yang relatif singkat, mereka menghasilkan beberapa produk yang tadinya hanya bisa diadakan dengan impor,” ujar Bambang dalam diskusi bersama Ikatan Alumni Universitas Indonesia atau ILUNI UI, Sabtu, 30 Januari 2021.

    Bambang mencontohkan hasil riset itu melahirkan rapid test antibodi. Alat untuk mendiagnosis virus corona ini dikembangkan oleh konsorsium riset selama Mei hingga Juni. Rapid test antibodi menjadi alat deteksi cepat yang menunjukkan hasil reaktif atau non-reaktif corona, yang kemudian dipakai di sejumlah simpul transportasi. Alat tersebut dilego lebih murah ketimbang alat rapid test impor.

    Hasil pengembangan penelitian selanjutnya ialah ventilator. Pandemi, tutur Bambang, mendorong periset dan perusahaan di dalam negeri mampu mengembangkan lima jenis alat bantu pernapasan yang meliputi BPPT3S-LEN, GERLIP HFNC-01, Vent-I Origin, Convent-20, dan Dharcov-23S.

    “Sekarang satu per satu jenis ventilator bisa dipenuhi. Tinggal tahun ini, kita berharap bisa menyelesaikan ventilator untuk keperluan ICU,” tutur Bambang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.