Pesawat Batik Air Rute Jakarta-Semarang Mendarat di Bandara Solo, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Armada baru batik Air jenis Airbus A320 Neo di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis, 6 Februari 2020. Jangkauan jarak pesawat digadang-gadang lebih jauh 900 kilometer ketimbang pesawat sebelumnya. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Armada baru batik Air jenis Airbus A320 Neo di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis, 6 Februari 2020. Jangkauan jarak pesawat digadang-gadang lebih jauh 900 kilometer ketimbang pesawat sebelumnya. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta – Maskapai penerbangan Batik Air dengan kode penerbangan ID-6362 rute Semarang mengalihkan rute pendaratannya di Bandara Internasioal Adi Soemarmo Solo, Sabtu, 30 Januari 2021. Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan kebijakan dilakukan lantaran cuaca buruk.

    “Pilot mendapat informasi dari petugas pengatur lalu lintas udara mengenai perubahan kondisi cuaca yang kurang baik, yaitu curah hujan tinggi,” ujar Danang dalam keterangannya, Sabtu, 30 Januari 2021.

    Pesawat Batik Air terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan tujuan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani. Pesawat bertipe Boeing 737-800NG dengan kode registrasi PK-LBZ ini lepas landas pukul 07.35 WIB.

    Semula, bandara diperkirakan tiba di Semarang pukul 08.45 WIB. Namun, saat mendekati Bandara Semarang, jarak pandang penerbangan pendek dan tidak memenuhi syarat keamanan pendaratan. Pilot kemudian memutuskan melakukan pengalihan pendaratan atau divert di Bandara Adi Soemarmo Solo. Pesawat pun mendarat di bandara itu pukul 08.45 WIB.

    ADVERTISEMENT

    Beberapa waktu kemjudian, pilot kembali memperoleh informasi bahwa jarak pandang di Bandara Ahmad Yani sudah memenuhi kualifikasi lepas landas dan pendaratan. Karena itu, pilot mempersiapkan kembali penerbangan ke Semarang menggunakan nomor penerbangan ID-6362D.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.