Kementan Ungkap Sebab Harga Telur Ayam Anjlok: Karena PPKM Diperpanjang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata telur ayam di Pasar Jatinegara, Jakarta, Selasa, 26 Januari 2021. Harga tersebut lebih rendah dari yang dipatok pemerintah melalui Permendag Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen, yakni Rp19 ribu-Rp21 ribu. TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang menata telur ayam di Pasar Jatinegara, Jakarta, Selasa, 26 Januari 2021. Harga tersebut lebih rendah dari yang dipatok pemerintah melalui Permendag Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen, yakni Rp19 ribu-Rp21 ribu. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian memperkirakan harga telur ayam ras baru akan turun pada pertengahan Februari mendatang. Hal ini terjadi jika permintaan terhadap komoditas ini tidak kunjung meningkat signifikan.

    Kepala Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Inti Pertiwi, menjelaskan, jebloknya harga telur belakangan ini berlimpahnya produksi tapi tak terserap oleh pasar. Hal ini di antaranya karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terutama di wilayah Jawa yang diperpanjang sampai 8 Februari 2021 sehingga mengakibatkan konsumsi dan permintaan telur ayam berkurang.

    "Proyeksi kami jika tidak ada upaya menahan turunnya harga telur, harga akan turun sampai minggu kedua Februari," kata Isti, Sabtu, 30 Januari 2021.

    Lebih jauh Isti memaparkan, penurunan harga hingga Februari 2021 terlihat dari neraca bulanan yang surplus hingga 38.136 ton. Setelah itu harga telur akan mengalami peningkatan hingga akhir Mei 2021 hingga mencapai Rp 25.453 per kilogram pada Mei 2021 karena defisit telur sebanyak 23.780 ton.

    Data Asosiasi Peternak Layer Nasional menunjukkan harga telur ayam di tingkat peternak saat ini berkisar kisaran Rp 16.000 - 17.000 per kilogram. Harga tersebut jauh di bawah harga acuan pemerintah sebesar Rp 19.000 - 21.000 per kilogram, berdasarkan ketentuan Permendag Nomor 7 Tahun 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.