Mendag Targetkan Ekspor Non Migas Tumbuh 6,3 Persen pada 2021

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Seskab Pramono Anung (kedua kanan) menerima pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Istana Merdeka Jakarta, Kamis 13 Juni 2019. Presiden meminta masukan dari Apindo terkait pemerintahan ke depan, salah satunya tentang upaya peningkatan nilai ekspor. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo didampingi Seskab Pramono Anung (kedua kanan) menerima pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Istana Merdeka Jakarta, Kamis 13 Juni 2019. Presiden meminta masukan dari Apindo terkait pemerintahan ke depan, salah satunya tentang upaya peningkatan nilai ekspor. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menargetkan kinerja ekspor non migas tumbuh sebesar 6,3 persen pada 2021. Di 2020, realisasi ekspor nonmigas mencapai US$ 155 miliar. Dengan pertumbuhan sebesar 6,3 persen, artinya Kemendag menargetkan ekspor nonmigas tahun ini bisa mencapai US$ 164,76 miliar di 2021.

    "Saya menargetkan di Kementerian Perdagangan, ekspor non-migas kita tumbuh 6,3 persen," kata Lutfi dalam telekonferensi, Jumat 29 Januari 2021.

    Proyeksi ekspor itu, kata dia, mengacu pada proyeksi International Monetery Fund atau IMF soal pertumbuhan ekonomi global di kisaran 5,5 persen.

    IMF juga memprediksi bahwa volume perdagangan global di 2021 akan tumbuh sebesar 8,3 persen.

    Untuk mencapai target itu, Lutfi mengatakan ada sejumlah aspek yang harus menjadi fokus perhatian bagi Kementerian Perdagangan. Salah satunya soal vaksinasi, yang harus sukses terlebih dahulu dilaksanakan di Indonesia dan di negara-negara tujuan ekspor.

    Selain program vaksinasi, aspek lain yang Lutfi nilai juga jadi, yaitu pelaksanaan dan akselerasi dari Undang-undang Cipta Kerja.

    "Aspek-aspek itu akan kita genjot ke depannya, sehingga kita bisa semakin yakin bahwa target bisa tercapai," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.