Wamenkeu Jelaskan Perbedaan SWF Indonesia dengan Negara Lain

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Keberadaan Sovereign Wealth Fund (SWF) yang bakal dimiliki Indonesia berlandaskan pada Undang-Undang (UU) 11/2020 tentang Cipta Kerja. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa lembaga tersebut tidak sama dengan yang dimiliki negara lain.  

    “Logika SWF Indonesia berbeda dengan negara lain. Logika SWF adalah kita ingin mengundang foreign direct investment [FDI] atau foreignfund,” katanya saat sambutan diskusi virtual, Kamis 28 Januari 2021.

    Suahasil menjelaskan bahwa FDI atau dana asing yang masuk ini bukan menjadikan pemerintah sebagai beban, yakni utang. Negara ingin investasi tersebut sebagai ekuitas.

    “Supaya dia bisa masuk sebagai equity, maka Indonesia menyediakan semacam pancingan. SWF dilengkapi dengan modal awal Rp15 triliun,” jelasnya.

    Dana awal dari APBN tersebut terang Suahasil akan diperbesar yang sebagian penambahannya merupakan aset BUMN. Keseluruhan aset tersebut akan dikerjasamakan dengan mitra investor strategis dari luar negeri.

    Dengan begitu, aliran yang masuk sebagai ekuitas. Ini menjadi sangat penting untuk pembangunan keuangan Indonesia ke depan. Harapannya, yang masuk tersebut sifatnya untuk jangka panjang.

    “Ini yang sedang dipikirkan SWF akan mendesain project mana yang dikerja sama dan projek mana yang betul-betul jadi game changer dari pendanaan pembangunan jangka panjang,” ucapnya.

    BACA: Kemenkeu Beberkan Rancangan Skema Pemajakan SWF Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.