DFW Catat Ekspor Benih Lobster Ilegal Sudah 551 Ribu Ekor Selama Januari 2021

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benih lobster. Foto: LIPI

    Benih lobster. Foto: LIPI

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan menyoroti praktik ekspor benih lobster illegal atau benur selama Januari 2021. Dari catatannya, jumlah benih yang yang berhasil digagalkan aparat sebelum diekspor dalam satu bulan ini, cukup tinggi dibandingkan sepanjang tahun 2020.

    "Kita patut prihatin sebab baru satu bulan berjalan, ekspor benih lobster illegal sudah mencapai 551 ribu ekor," kata Abdi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 28 Januari 2021.

    Baca Juga: KKP Lepas Liarkan 89 Ribu Lebih Benih Lobster Hasil Sitaan

    Sebelumnya, keran ekspor lobster yang sebelumnya ditutup di era Menteri Susi Pudjiastuti, memang dibuka lagi di era Menteri Edhy Prabowo. Edhy kini mendekam di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat dugaan korupsi, berkaitan dengan kasus ekspor benih lobster ini.

    Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ditunjuk menggantikan Edhy. Kemarin dalam rapat di DPR, Trenggono menyampaikan bahwa kebijakan ekspor benih lobster sudah dihentikan sementara, untuk dilakukan evaluasi.

    Adapun 551 ribu ekor ini adalah jumlah benih lobster dalam 3 kali upaya percobaan ekspor, tapi berhasil digagalkan oleh aparat penegak hukum. Nilainya mencapai Rp 56 miliar.

    Jumlah ini pun ditenggarai hanya sebagian kecil, ketimbang yang berhasil lolos dari pengawasan aparat keamanan. Tapi, jumlah 551 ribu ekor dalam satu bulan ini, sudah mencakup lebih dari separuh benih lobster yang bakal diekspor sepanjang 2020 yang hanya 896 ribu ekor.

    Menurut Abdi, tingginya penyelundupan benih lobster selama bulan Januari disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari meningkatnya permintaan benih pasca natal dan tahun baru, hingga pelarangan sementara ekspor melalui jalur legal.

    Adapun sepanjang Januari ini, ada tiga lokasi penangkapan. Abdi menyebut ketiga lokasi ini memang merupakan wilayah yang selama ini menjadi lokasi penyelundupan yaitu Sukabumi, Jawa Barat, Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat, Jambi. “Ini wilayah tradisional penyelundupan lobster," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.