KKP dan Bank Indonesia Tiru Pembangunan Kebun Karang untuk Lombok

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terumbu karang di Pulau Lombok, NTB.

    Terumbu karang di Pulau Lombok, NTB.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasca pelaksanaan kegiatan pembangunan kebun karang (Indonesia Coral Reef Garden/ICRG) di Bali pada Oktober - Desember 2020, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut(Ditjen PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Bank Indonesia melakukan replikasi ICRG di perairan Gili Meno Lombok Utara yang didukung oleh Komunitas Penyelam Nusa Tenggara Barat (Kapela NTB).

    Dirjen PRL, Tb. Haeru Rahayu menyebutkan kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KKP, BI serta masyarakat setempat. Meski belum semasif di Nusa Dua, kebun karang yang dikembangkan di Lombok Utara menjadi Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) melalui Bank Indonesia Cabang NTB.

    “PSBI telah membangun kebun karang dengan struktur garuda satu unit, fishdome delapan unit, dan hexagonal/spider web 100 unit. Selain itu juga dibuat mooring buoy sebanyak empat unit dengan 20 buah pemberat sebagai penanda lokasi kebun karang” ujar Haeru dalam keterangan tertulis, Kamis, 28 Januari 2021.

    Baca Juga: Keunikan Desa Bilebante Siap Manjakan Wisatawan MotoGP Mandalika

    Tema desain yang diambil adalah desain patung garuda dilengkapi struktur fishdome dan hexagonal/spider web. Hal ini juga replikasi tema yang terdapat di Nusa Dua, Bali. ICRG di Bali melibatkan lebih dari 10 Ribu orang dan menghasilkan struktur karang buatan lebih dari 95 Ribu unit di 5 lokasi yaitu Nusa Dua, Pandawa, Sanur, Serangan dan Buleleng ini telah memantik pengembangan yang sama di lokasi lainnya.

    Dia menjelaskan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, diberikan juga sarana bantuan berupa satu unit kompresor bauer junior II dan kamera under water untuk membantu kelompok pengawasan. Bantuan tersebut sekaligus melengkapi bantuan yang diberikan KKP kepada Kapela NTB berupa alat selam dan tabung sebanyak delapan unit pada tahun 2019.

    “Ini diberikan untuk mendukung visi dan misi mereka sebagai komunitas yang peduli terhadap keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir serta pengembangan wisata bahari,” ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Jasa Kelautan Miftahul Huda menambahkan replikasi ICRG Bali menunjukkan bahwa ICRG membawa pesan positif bagi pelestarian ekosistem karang, atraksi wisata bahari baru dan dampak pada peningkatan pendapatan masyarakat di masa pandemi.

    “Atraksi wisata patung garuda di Lombok Utara ini menarik banyak wisatawan untuk terlibat dalam pemeliharaan dan menjadi lokasi swafoto sehingga menghidupkan aktivitas wisata baru di Lombok Utara” kata Huda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.