Hampir Setahun Dihantam Pandemi, Kemenkop: Pelaku UMKM Masih Optimistis

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Redaktur TEMPO Ali Nur Yasin (moderator), Deputi Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UKM Ir. R.S Hanung Harimba Rachman, Wakil Ketua KPPU Dr. Guntur Syahputra Saragih, dan Peneliti Indef Nailul Huda, memperlihatkan karikatur dalam acara ngobrol @tempo Economic Outlook 2021: Peluang Ekonomi Digital dalam Mendukung Ketangguhan UMKM yang diselenggarakan oleh TEMPO Media Grup dan TEMPO Data Science di Gedung TEMPO, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021. TEMPO/Ismail

    Dari kiri: Redaktur TEMPO Ali Nur Yasin (moderator), Deputi Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UKM Ir. R.S Hanung Harimba Rachman, Wakil Ketua KPPU Dr. Guntur Syahputra Saragih, dan Peneliti Indef Nailul Huda, memperlihatkan karikatur dalam acara ngobrol @tempo Economic Outlook 2021: Peluang Ekonomi Digital dalam Mendukung Ketangguhan UMKM yang diselenggarakan oleh TEMPO Media Grup dan TEMPO Data Science di Gedung TEMPO, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021. TEMPO/Ismail

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman menyatakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM masih tetap optimistis meski hampir setahun dihantam pandemi Covid-19.

    "Survei yang kami peroleh itu mereka masih tetap optimistis seperti yang saya sampaikan, dengan adanya program PEN ini. Namun tentunya optimisme ini sangat tergantung kondisi di tahun 2021," ujar Hanung dalam acara Ngobrol Tempo, Rabu, 27 Januari 2021.

    Baca Juga: Kisah UMKM Lansia Digital: Digitalisasi Usaha untuk Semua

    Kendati demikian, para pelaku UMKM masih mengkhawatirkan adanya pembatasan kegiatan di tahun ini. Ia mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar menjadi salah satu hal yang banyak dikeluhkan oleh pelaku UMKM.

    "Kalau penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan dan protokol kesehatan dijalankan dengan baik, tekanan bisa sangat lunak. Itu kunci dalam menangani UMKM saat ini," tutur Hanung.

    Apalagi, kata Hanung, kegiatan UMKM dibanding dengan pengusaha besar dinilai memiliki mobilitas tinggi. Karena itu, ia mengatakan program vaksinasi juga bisa menjadi kunci pemulihan kegiatan UMKM tahun ini.

    Saat ini, Hanung berujar pemerintah terus mendorong pelaku UMKM untuk mengubah pola usahanya mengikuti kondisi normal baru, atau new normal. Misalnya dengan memasuki ruang-ruang digital.

    Di samping itu, pemerintah juga membuka ruang bagi UMKM untuk memenuhi kebutuhan belanja barang Kementerian dan Lembaga. "Kemarin dialokasikan 1000 triliun pada 2020. Itu sebenarnya ruang yang kita definisikan tahun ini agar belanja tadi dilakukan," tuturnya.

    Hanung memastikan pemerintah memiliki banyak program dari kementerian yang memberi ruang kepada UMKM. Misalnya, program padat karya UMKM dari Kementerian PUPR, juga program belanja di warung tetangga. "Lalu ekspor juga kita dorong. Kita sekarang coba masuk ke Timur Tengah," tutur dia. Dengan demikian, ia berharap UMKM bisa bertahan di tengah pandemi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.