Ridwan Kamil Siapkan Bedol Desa Perusahaan Taiwan dari Cina ke Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Ridwan Kamil saat meninjau ruang penyimpanan kontainer pendingin vaksin Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di kawasan pergudangan Biz Park, Bandung, Rabu, 6 Januari 2021. PT Biofarma telah mendistribusikan vaksin Covid-19 untuk wilayah Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Ridwan Kamil saat meninjau ruang penyimpanan kontainer pendingin vaksin Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di kawasan pergudangan Biz Park, Bandung, Rabu, 6 Januari 2021. PT Biofarma telah mendistribusikan vaksin Covid-19 untuk wilayah Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.Co, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sedang mempersiapkan proyek relokasi sejumlah perusahaan Taiwan dari Cina ke provinsinya.

    "Saya sedang mempersiapkan bedol desa dari Tiongkok. Yaitu dari Taiwan," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut dalam webinar, Selasa, 26 Januari 2021.

    Saat berkunjung ke Taipei, kata Emil, dia mendapat informasi bahwa ada 70 ribu perusahaan Taiwan yang berinvestasi di Cina. Dari jumlah tersebut, separuhnya dikabarkan akan pindah ke negara-negara di wilayah ASEAN.

    "Nah saya harus menangkap itu. Salah satunya saya siapkan kota petrochemical di Balongan, Indrawmayu, di mana turunannya sangat banyak," tutur dia.

    Balongan adalah satu dari beberapa kota industri baru yang akan dibangun di Kawasan Metropolitan Rebana, Jawa Barat. Ia mengatakan nantinya kota-kota itu akan memiliki warna-warna tersendiri dari negara yang berinvestasi.

    Misalnya saja kawasan Patimban yang mayoritas investasinya dari Jepang, zona halal di lahan RNI yang diminati investor dari Abu Dhabi, serta kawasan Balongan yang ditawarkan kepada investor Taiwan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.