Ganjar Pranowo: Ada Persoalan Sosial pada Pembangunan Tol Semarang-Demak

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memegang alat GeNose di di UGM Science Techno Park, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa 5 Januari 2021. ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memegang alat GeNose di di UGM Science Techno Park, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa 5 Januari 2021. ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng

    TEMPO.CO, Demak - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pihak terkait menggencarkan sosialisasi pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II untuk mengatasi berbagai kendala pembebasan lahan.

    "Perlu ada tim komunikator. Itu akan mengedukasi, desain besar akan ada dampak itu harus jujur disampaikan pada mereka," katanya saat berbincang dengan perwakilan pengelola konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II di Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Selasa, 26 Januari 2021.

    Menurut Ganjar, kendala pembebasan lahan selalu menjadi cerita dalam setiap pembangunan, termasuk jalan tol. Karena itu, dia meminta pengelola proyek dalam hal ini PT PP (Persero) Tbk untuk gencar menyosialisasikan kepada masyarakat.

    Ganjar membenarkan ada persoalan sosial pada pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak. Namun dipastikan pembangunan ini telah dihitung secara matang.

    Orang nomor satu di Jawa Tengah itu menyebutkan pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak ini tidak hanya soal membangun jalan, tapi juga pengendali banjir dan mengelola air.

    "Sehingga saya terima kasih pada masyarakat sekitar yang sudah mendukung, tapi yang belum kami akan bantu untuk menyelesaikan karena ini memang untuk masa depan masyarakat yang lebih banyak," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.