Penumpang yang Merokok di Kereta Akan Diturunkan di Stasiun Berikutnya

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT. KAI meluncurkan satu set rangkaian kereta api Gaya Baru Malam Jakarta-Surabaya bebas asap rokok di Stasiun Kota, Jakarta, (4/5). TEMPO/Tony Hartawan

    PT. KAI meluncurkan satu set rangkaian kereta api Gaya Baru Malam Jakarta-Surabaya bebas asap rokok di Stasiun Kota, Jakarta, (4/5). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan menindak tegas penumpang yang kedapatan merokok di Kawasan tanpa Rokok (KTR) demi mewujudkan perjalanan tanpa asap rokok.

    Vice President Public Relations PT KAI Joni Martinus mengatakan kebijakan tersebut merupakan komitmen perusahaan menjalankan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, khususnya terkait dengan KTR di angkutan umum. "Ketika petugas kita atau kami mendapatkan penumpang yang merokok di dalam kereta api, maka yang bersangkutan akan diturunkan pada stasiun pertama yang akan dilalui oleh kereta api," ujarnya dalam diskusi daring yang digelar oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Selasa, 26 Januari 2021.

    Joni menjelaskan, sejumlah langkah implementasi telah dilakukan PT KAI terkait penerapan larangan merokok di KTR transportasi umum khususnya kereta api.

    Adapun dia memerinci, seperti memasang stiker bertuliskan dilarang merokok pada setiap sarana angkutan yang beroperasi, tidak menyediakan tempat untuk merokok di dalam sarana angkutan, melarang awak sarana yang bertugas untuk tidak merokok di dalam kendaraan, dan memberikan sanksi yang tegas baik kepada petugas maupun penumpang yang kedapatan melanggar.

    Bukan hanya itu, lanjut Joni, KAI senantiasa memberikan pengumuman berkala kepada penumpang selama di dalam perjalanan. Bahkan, disediakan safety card yang terdapat di bagian belakang dari tiap-tiap kursi penumpang.

    "Ada pocket atau saku di bagian belakang kursi itu kita sediakan safety card. Di situ juga kami sampaikan larangan untuk tidak merokok karena kita komitmen semua perjalanan kereta api adalah perjalanan tanpa asap rokok," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.