Aturan Baru Penerbangan di Masa Perpanjangan PPKM Dirilis, Ini Rinciannya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang pesawat rute domestik tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat 31 Juli 2020. Pemprov Bali mulai membuka sektor pariwisata bagi wisatawan domestik pada Jumat (31/7) dengan sejumlah persyaratan yang mengedepankan aspek kesehatan dan kualitas untuk memberi pelindungan, kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung selama masa pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Penumpang pesawat rute domestik tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat 31 Juli 2020. Pemprov Bali mulai membuka sektor pariwisata bagi wisatawan domestik pada Jumat (31/7) dengan sejumlah persyaratan yang mengedepankan aspek kesehatan dan kualitas untuk memberi pelindungan, kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung selama masa pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan menerbitkan peraturan terbaru terkait angkutan penerbangan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Udara dalam Masa Pandemi Covid-19.

    “Aturan berlaku sejak 26 Januari,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, saat dihubungi Tempo, Selasa, 26 Januari 2021.

    Beleid anyar tersebut mengacu pada Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kementerian, menurut isi aturan itu, berupaya memutus mata rantai penyebaran dan mencegah meningkatnya penularan kasus positif virus corona.

    Menilik seluruh isi SE 10 Tahun 2021, tidak terdapat perubahan signifikan dengan beleid yang sebelumnya diterbitkan Kementerian, termasuk soal kapasitas penumpang. Sebelumnya, Kementerian telah menghapus aturan kapasitas maksimal sebesar 70 persen sehingga armada penerbangan dapat diisi dengan penumpang hingga 100 persen.

    Aturan itu pun masih berlaku dalam beleid baru. “Karena ini bersifat perpanjangan saja,” kata Adita.

    Adapun berdasarkan aturan yang berlaku, berikut sejumlah ketentuan bagi penumpang pesawat:
    1. Penumpang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (3M), yaitu memakai masker (sesuai standar penerbangan), menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer.

    2. Penumpang tidak diperkenankan berbicara satu arah atau dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.

    3. Penumpang tidak diizinkan makan dan minum sepanjang perjalanan dengan waktu kurang dari dua jam, kecuali bagi penumpang yang wajib mengkonsumsi obat-obatan.

    4. Penumpang wajib memenuhi persyaratan kesehatan, berupa surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.