Bahlil Lahadalia: Pertarungan Investasi Korsel-Jepang Sengit, Ngeri-ngeri Sedap

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bahlil Lahadalia tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Bahlil Lahadalia tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta – Realisasi investasi Korea Selatan di Indonesia pada kuartal IV 2020 melampaui Jepang. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan total investasi Korea Selatan pada kuartal terakhir tahun lalu mencapai US$ 0,7 miliar.

    “Di kuartal IV, Korea Selatan berhasil melambung (melewati) Jepang. Ini pertarungan sengit, ngeri-ngeri sedap. Potensinya besar,” ujar Bahlil dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Senin, 25 Januari 2021.

    Korea Selatan menempati posisi negara keempat terbesar yang membenamkan modalnya di Indonesia pada kuartal IV. Sedangkan Jepang berada di peringkat kelima dengan total investasi senilai US$ 0,5 miliar.

    Adapun posisi pertama diduduki Singapura dengan nilai investasi US$ 2,6 miliar; kedua Cina sebesar US$ 1,3 miliar; dan ketiga Hong Kong senilai US$ 1,1 miliar.

    Meski demikian, secara akumulatif, total investasi Jepang lebih unggul ketimbang Korea Selatan sepanjang 2020. Berdasarkan data yang dihimpun dalam satu tahun, total modal yang dibenamkan Jepang di Indonesia menyentuh US$ 2,6 milar. Angka ini lebih besar dari Korea Selatan yang sebesar US$ 1,8 miliar.

    “Pada 2021, analisis saya masih ada pertempuran antara Jepang dan Korea Selatan dalam hal realisasi investasi,” tutur Bahlil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.