Jokowi Sebut Potensi Wakaf Uang Bisa Tembus Rp 188 Triliun

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kiri) didampingi oleh wakil presiden Ma'ruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 16 Desember 2019. Rapat ini membahas persiapan pemindahan ibu kota. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kiri) didampingi oleh wakil presiden Ma'ruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 16 Desember 2019. Rapat ini membahas persiapan pemindahan ibu kota. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang(GNWU) serta Brand Ekonomi Syariah Tahun 2021. Jokowi menyampaikan potensi wakaf di Indonesia sangat besar, baik wakaf benda tidak bergerak, maupun benda bergerak termasuk wakaf dalam bentuk uang.

    "Potensi wakaf sangat sangat besar di negara kita potensi wakaf per tahun mencapai Rp 2.000 triliun dan potensi wakaf uang bisa menembus angka Rp 188 triliun," kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara yang disiarkan secara virtual, Senin, 25 Januari 2021.

    Baca Juga: Perpres 8/2021 Diteken, Jokowi Dorong Realisasi Komponen Cadangan

    Dia menekankan pentingnya memperluas cakupan pemanfaatan wakaf agar tidak lagi terbatas untuk ibadah saja, tapi pemanfaatannya bisa dikembangkan lagi ke tujuan sosial ekonomi.

    Pada kesempatan yang sama Ma'ruf Amin mengatakan GNWU merupakan salah satu program pengembangan ekonomi syariah yang bertujuan untuk mendukung percepatan pembangunan nasional. Menurutnya, berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terus didorong untuk diimplementasikan secara terintegrasi melalui sinergi dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

    "Baik kementerian atau lembaga anggota Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah maupun institusi lainnya," kata Ma'ruf.

    Dia juga menekankan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi dalam menyukseskan program wakaf tunai nasional. Dia yakin transformasi wakaf uang di Indonesia akan berjalan sesuai tujuan, apabila semua langkah kunci dan faktor pendukung tersebut dilakukan dengan baik.

    Sri Mulyani menuturkan total wakaf tunai yang terkumpul dan dititipkan di bank sebesar Rp 328 miliar hingga 20 Desember 2020. Sedangkan project base wakaf sebesar Rp 597 miliar.

    Menurutnya, upaya itu juga sejalan untuk terus meningkatkan instrumen pembiayaan yang berbasis syariah agar semakin meningkat dan diminati masyarakat. Tahun ini, Kemenkeu juga meningkatkan surat berharga syariah nasional yang dihubungkan dengan berbagai proyek.

    Di mana pada tahun ini, akan lebih dari Rp 2,7 triliun proyek-proyek yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara yang berbasis proyek."Ini peningkatan luarbias dari 2013 hanya 1 kementerian yg menggunakan SBSN Project, sekarang sudah ada 11 kementerian yang ikut serta dalam penggunaan instrumen SBSN," kata Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.