Angkasa Pura II Didesak Tak Naikkan Harga Sewa Gudang di Bandara Soekarno-Hatta

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana depan kargo 510 domestik di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Suasana depan kargo 510 domestik di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) memprotes rencana PT Angkasa Pura II (Persero) menaikkan biaya sewa pergudangan di kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta hingga 80 persen. Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan kenaikan itu memberatkan pengusaha logistik di tengah pandemi Covid-19 sehingga asosiasinya mendesak perseroan membatalkan rencana ini.

    “Layanan kargo udara pada awalnya hanya merupakan supportting di Soekarno Hatta dan bisa terlihat dari fasilitas gudang-gudang eksisting sudah sangat tertinggal. Tetapi angkutan layanan kargo udara sekarang ini menjadi pendapatan utama karena dampak pandemi Covid 19,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Ahad, 24 Januari 2021.  

    Yukki menyebut, ALFI telah menerima keluhan dari berbagai perusahaan logistik ihwal adanya rencana kenaikan sewa gudang. Bahkan, ia mengatakan sejumlah peserta tender pergudangan kargo yang diselenggarakan AP II memilih mengundurkan diri.

    Menurut Yukki, selama ini pelayanan kargo udara di Bandara Soekarno-Hatta masih sangat tertinggal baik dari sisi volume maupun kecepatan. Alih-alih menaikkan biaya sewa, Yukki dan 289 anggota asosiasi meminta perusahaan  mendorong digitalisasi, inovasi, dan kelancaran arus barang serta efisiensi.

    ADVERTISEMENT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...