Vaksinasi Mandiri, Swasta dan Produsen Vaksin Covid-19 Sedang Tahap Negosiasi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani, Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum AEI Iwan Setiawan Lukminto dan Ketua Umum Hipmi Mardani Maming saat menggelar konferensi pers terkait dunia usaha dan asosiasi pengusaha terhadap UU Cipta Kerja di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020. GABRIEL/TEMPO

    Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani, Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum AEI Iwan Setiawan Lukminto dan Ketua Umum Hipmi Mardani Maming saat menggelar konferensi pers terkait dunia usaha dan asosiasi pengusaha terhadap UU Cipta Kerja di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020. GABRIEL/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani menyatakan saat ini pembahasan antara pelaku usaha dan sejumlah produsen vaksin Covid-19 global sudah masuk tahap negosiasi. Negosiasi terkait program vaksinasi mandiri ini berlangsung setelah pengusaha terus berkomunikasi sejak Oktober 2020 dengan beberapa produsen, antara lain AstraZaneca, Pfizer BioNTech, Moderna, dan Sputnik dari Rusia.

    Rosan menjelaskan, proses negosiasi berlangsung secara terpisah antara pelaku usaha dan pemerintah. Dengan pelaku usaha, proses berlangsung untuk menegosiasikan waktu pengiriman serta kapasitas vaksin yang bisa dikirimkan oleh produsen.

    “Saya tidak bisa menyebutkan dengan produsen mana negosiasi dilakukan karena confidential. Namun, negosiasinya lebih ke perihal waktu pengiriman serta kapasitas produsen terkait dengan jumlah vaksin yang bisa dikirimkan,” ujar Rosan kepada Bisnis, Ahad, 24 Januari 2021.

    Adapun untuk jumlah vaksin Covid-19 yang akan diimpor dalam program vaksinasi mandiri, sektor swasta masih menunggu angka dari pemerintah. Seperti diketahui, pemerintah hingga kini masih mempertimbangkan perihal pengadaan vaksin yang akan digunakan.

    Dalam pembicaraan terkait dengan pemerintah, salah satu basis data yang menjadi tolok ukur pelaku usaha adalah data resmi pekerja formal. Rosan menyebutkan, nantinya akan diambil sebagian pekerja dalam persentase yang belum ditentukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?