Mentan Tinjau Ketersediaan Pangan Pasca Bencana Gempa di Sulawesi Barat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga korban gempa bumi memindahkan bantuan logistik dari helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mendarat di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu, 20 Januari 2021. BNPB menyiapkan tujuh helikopter untuk membantu penyaluran bantuan logistik dan evakuasi korban gempa di daerah terisolir yang terdampak gempa bumi di Sulawesi Barat. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

    Sejumlah warga korban gempa bumi memindahkan bantuan logistik dari helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mendarat di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu, 20 Januari 2021. BNPB menyiapkan tujuh helikopter untuk membantu penyaluran bantuan logistik dan evakuasi korban gempa di daerah terisolir yang terdampak gempa bumi di Sulawesi Barat. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memantau ketahanan pangan serta menyalurkan bantuan logistik pasca bencana gempa bumi di Sulawesi Barat, Sabtu, 23 Januari 2021.

    Dalam kunjungan itu, Menteri Syahrul didampingi Gubernur Sulawesi Barat M. Ali Baal Masdar ke posko tanggap darurat penanganan bencana alam Sulbar di Kabupaten Mamuju. “Yang saya mau pastikan, ketersediaan pangan masyarakat yang tidak boleh terganggu,” kata Syahrul.

    Baca Juga: Usai Gempa Sulut, Pertamina: Listrik dari Lapangan Panas Bumi Lahendong Aman

    Ia mengatakan dua hal melatarbelakangi kunjungan itu, yakni perintah Presiden Joko Widodo, di mana Jokowi berpesan kepada semua jajarannya, untuk membantu di lokasi bencana, apapun yang bisa dilakukan.

    Selain komitmen bersama Gubernur Sulbar M Ali Baal Masdar, karena dirinya punya andil dalam mendirikan provinsi ini sejak menjadi Gubernur Sulawesi Selatan.

    Syahrul juga mengatakan Kementan turut membawa sekitar 20 truk bantuan logistik yang sedang dalam perjalanan menuju Mamuju dan Majene.

    Bantuan diperkirakan senilai Rp 800 juta, terdiri dari beras sekitar 60 ton, obat-obatan, minyak kayu putih, popok, pembalut, air mineral, mi instant, dan terpal.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan status penanganan bencana gempa bumi dengan magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat sebagai tanggap darurat. Penetapan status tanggap darurat itu dilakukan Gubernur Sulawesi Barat M. Ali Baal Masdar melalui surat nomor 001/Darurat-SB/I/2021, sejak 15 sampai dengan 28 Januari 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.