Cerita Keluarga Korban Lion Air JT-610 yang Dapat Kompensasi dari Boeing

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 melihat barang-barang penumpang yang berhasil ditemukan tim Basarnas di Tanjung Priok, Jakarta, 31 Oktober 2018. Pesawat rute Jakarta - Pangkal Pinang dengan tipe pesawat Boeing 737 MAX 8, jatuh di lepas pantai Tanjung Pakis, Karawang di kedalaman 35 meter. Seluruh 181 penumpang serta 8 awak tewas. REUTERS/Beawiharta

    Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 melihat barang-barang penumpang yang berhasil ditemukan tim Basarnas di Tanjung Priok, Jakarta, 31 Oktober 2018. Pesawat rute Jakarta - Pangkal Pinang dengan tipe pesawat Boeing 737 MAX 8, jatuh di lepas pantai Tanjung Pakis, Karawang di kedalaman 35 meter. Seluruh 181 penumpang serta 8 awak tewas. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Proses hukum antara keluarga korban kecelakaan Lion Air JT-610 dengan perusahaan manufaktur pesawat Amerika Serikat, Boeing, rampung. Keluarga korban telah mendapat kompensasi dari Boeing.

    Suyarso, keluarga korban pesawat Lion Air JT-610, membenarkan penyelesaian kompensasi dari Boeing. Menurut Suyarso, dengan bantuan pengacara C. Priaardanto dari kantor hukum Danto dan Tomi & Rekan, dia menerima kompensasi yang jauh lebih besar atas kematian anaknya.

    Suyarso pun kini memanfaatkan dana kompensasi tersebut untuk sejumlah keperluan, termasuk menyalurkan sebagian ke lembaga donatur sosial. "Termasuk untuk pendidikan adiknya (adik korban)," kata dia di Jakarta, Sabtu, 22 Januari 2022.

    Pada Oktober 2018, pesawat Lion Air dengan jenis Boeing 737 Max 8 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Kejadian ini memicu tuntutan hukum para keluarga korban ke Boeing.

    Priaardanto mengatakan proses hukum antara klien mereka dengan perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, telah rampung. "Ada 46 keluarga, sudah diselesaikan," kata Priaardanto.

    Priaardanto mendampingi para keluarga korban bersama pengacara penerbangan internasional Charles Herrmann dari Herrmann Law Group di Amerika Serikat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.