Terpopuler Bisnis: Mal Surabaya Minta Kelonggaran PPKM hingga Soal Sriwijaya Air

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berjaga di Jalan Tunjungan yang ditutup, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 22 Januari 2021. Penutupan jalan itu untuk menciptakan Kawasan Tertib Jaga Jarak Fisik (physical distancing) di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19. ANTARA/Didik Suhartono

    Petugas berjaga di Jalan Tunjungan yang ditutup, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 22 Januari 2021. Penutupan jalan itu untuk menciptakan Kawasan Tertib Jaga Jarak Fisik (physical distancing) di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Sabtu, 23 Januari 2021, dimulai dari pengusaha mal atau pusat perbelanjaan di Kota Surabaya berharap kelonggaran jam operasional saat perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga empat keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 disebut buka peluang menuntut perusahaan pabrikan Boeing di Amerika Serikat atas kecelakaan yang terjadi.

    Adapula berita tentang perbedaan pandangan antara investor Lo Kheng Hong dengan ustad Yusuf Mansur serta berita tentang pengacara keluarga korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 mengklaim menemukan indikasi kesalahan Boeing.

    Berikut empat berita terpopuler bisnis sepanjang kemarin:

    1. Pengunjung Anjlok 50 Persen, Mal Surabaya Minta Bisa Tutup Pukul 22.00 Saat PPKM

    Pengusaha mal atau pusat perbelanjaan di Kota Surabaya berharap kelonggaran jam operasional saat perpanjangan  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

    Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur Sutandi Purnomosidi mengatakan permintaan pelonggaran jam operasional tersebut sangat diharapkan mengingat selama ini protokol kesehatan dan pelaksanaan 3M di mal-mal sudah dilakukan dengan sangat ketat.

    “Mengingat ketatnya prokes di mal-mal, kami mengajukan agar tutup mal bisa dipertimbangkan kembali sesuai dengan Perwali Surabaya No.67 Tahun 2020 yaitu sudah tutup pukul 22.00 WIB,” kata Sutandi, Jumat, 22 Januari 2021.

    Menurutnya, yang seharusnya diperketat adalah protokol kesehatan di luar mal. Bahkan, uniknya pembatasan waktu operasional sampai pukul 20.00 WIB hanya berlaku di dalam mal sedangkan di luar mal masih bisa beroperasi sampai pukul 21.00 WIB.

    "Situasi ini jelas sangat merugikan proses recovery ekonomi di Jatim, khususnya di Surabaya,” katanya.

    Sutandi yang merupakan Direktur Marketing Pakuwon Group itu juga mengungkapkan selama pelaksanaan PPKM sejak 11 - 22 Januari ini tren kunjungan mal pun anjlok ke level 50 persen. “Padahal saat ekonomi dibuka sudah bisa kembali ke level 80 persen kunjungannya, tetapi saat pelaksanaan PPKM kembali anjlok,” katanya.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?