Kemenhub Evakuasi Kapal Mongolia yang Hanyut di Kepulauan Riau

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal patroli KPLP KN. Kalimasadha P-115 melakukan evakuasi terhadap MT. Great Marine berbendera Mongolia di Kepulauan Riau, Jumat, 22 Januari 2021. Dok. Kemenhub

    Kapal patroli KPLP KN. Kalimasadha P-115 melakukan evakuasi terhadap MT. Great Marine berbendera Mongolia di Kepulauan Riau, Jumat, 22 Januari 2021. Dok. Kemenhub

    TEMPO.CO, Jakarta - Personel Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban berhasil melakukan operasi search and rescue (SAR) kapal MT. Great Marine berbendera Mongolia yang hanyut di Perairan Tanjung Berakit, Kepulauan Riau, Jumat, 22 Januari 2021.

    Kejadian tersebut dibenarkan Kepala Pangkalan KPLP Kelas II Tanjung Uban, Capt Handry Sulfian. Usai mendapatkan laporan adanya kapal MT Great Marine GT 2298 yang hanyut di Perairan Tanjung Berakit Kepulauan Riau dekat dengan wilayah East Out Port Limited (OPL) Malaysia, kapal patroli KPLP KN. Kalimasadha P-115 langsung diterjunkan untuk melakukan kegiatan SAR terhadap kapal tersebut.

    "Betul sekali ada kejadian tersebut. Dengan sigap dan cepat personel kami berhasil melakukan penyelamatan Kapal MT. Great Marine yang hanyut di Perairan Berakit diakibatkan mengalami kerusakan mesin. Kapal membawa sembilan orang ABK yang semuanya dalam kondisi selamat, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," katanya dalam siaran pers yang dikutip, Sabtu, 23 Januari 2021.

    Handry menjelaskan, begitu tiba di lokasi kejadian, personelnya langsung melakukan pemasangan tali Towing ke kapal MT. Great Marine berbendara Mongolia untuk ditarik menuju Dermaga Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban. Hal ini lanjutnya, dilakukan guna pengamanan alur pelayaran di sekitar perairan berakit agar tidak terjadi kecelakaan.

    Dia menegaskan bahwa para personel dibantu petugas karantina langsung melakukan rapid test terhadap seluruh kru kapal atau ABK Kapal MT. Great Marine guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.

    "Tiba di Dermaga Tanjung Uban, kami bersama petugas karantina langsung melakukan pemeriksaan rapid test terhadap seluruh kru kapal. Ini harus dilakukan sesuai protokol kesehatan dan guna menekan penyebaran virus Covid-19," katanya.

    Personel Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban akan selalu siap-siaga penuh 24 jam sehari, tujuh hari sepekan guna menjaga wilayah perairan dan memastikan keselamatan pelayaran di wilayah Kepulauan Riau.

    BISNIS

    Baca juga: Kemenhub Kirim Patroli Cek Kapal Tenggelam di Selat Singapura


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?