BPS Umumkan Sensus Penduduk 2020: Jumlah Laki-laki Lebih Banyak dari Perempuan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto saat jumpa wartawan mengenai perkembangan ekspor dan impor di Gedung BPS Pusat, Jakarta Pusat, Senin 16 Oktober 2017. TEMPO/M. Julnis Firmansyah

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto saat jumpa wartawan mengenai perkembangan ekspor dan impor di Gedung BPS Pusat, Jakarta Pusat, Senin 16 Oktober 2017. TEMPO/M. Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil sensus penduduk tahun 2020 (SP2020) oleh Badan Pusat Statistik atau BPS didapat hasil jumlah penduduk Indonesia pada September 2020 sebanyak 270,20 juta jiwa. Bila dibandingkan dengan hasil survei 10 tahun lalu yakni 2010, angka itu bertambah 32,56 juta jiwa atau rata-rata sebanyak 3,26 juta setiap tahun.

    Kepala BPS Suhariyanto merincikan, per kuartal ketiga tahun lalu, jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki di Indonesia sebanyak 136,66 juta orang, atau 50,58 persen dari penduduk Indonesia. Adapun jumlah penduduk perempuan di Indonesia sebanyak 133,54 juta orang, atau 49,42 persen.

    "Sehingga rasio jenis kelamin (sex ratio) penduduk Indonesia adalah sebesar 102, yang artinya terdapat 102 laki-laki untuk setiap 100 perempuan di Indonesia pada 2020," kata Suhariyanto. Dari 270,20 juta penduduk Indonesia hasil SP2020, sebesar 91,32 persen atau sekitar 246,74 juta penduduk berdomisili sesuai Kartu Keluarga (KK).

    Sementara itu, sebesar 8,68 persen atau sekitar 23,47 juta penduduk lainnya berdomisili tidak sesuai KK. Jumlah ini, kata Suhariyanto, mengindikasikan banyaknya penduduk yang bermigrasi dari wilayah tempat tinggal sebelumnya karena sekarang sudah tidak tinggal pada alamat yang tercatat pada KK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.