Alasan Erick Thohir Tunjuk Budiman Sudjatmiko Jadi Komisaris Independen PTPN V

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko (kiri) didampingi pengamat politik dari Universitas Indonesia Ibramsyah (kanan) dan anggota DPR dari Fraksi PAN Ahmad Rubae (tengah) menyampaikan pandangannya saat diskusi di Jakarta, Rabu (30/5). ANTARA/Andika Wahyu

    Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko (kiri) didampingi pengamat politik dari Universitas Indonesia Ibramsyah (kanan) dan anggota DPR dari Fraksi PAN Ahmad Rubae (tengah) menyampaikan pandangannya saat diskusi di Jakarta, Rabu (30/5). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.Co, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir resmi menunjuk politikus PDIP, Budiman Sudjatmiko, sebagai Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V. Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, mengungkapkan alasan penunjukan tersebut.

    “Budiman adalah mantan anggota DPR yang kuat berhubungan dengan masyarakat desa. Kita tahu UU Desa saja beliau yang menggagas,” ujar Arya dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat, 22 Januari 2021.

    Arya mengatakan pengalaman Budiman terhadap pengembangan program-program desa akan membantu perseroan mengorganisasi hubungan dengan masyarakat setempat. Apalagi, perseroan tengah berfokus mengembangkan plasma inti guna memajukan sektor perkebunan.

    “Beliau akan support yang berhubungan dengan masyarakat desa yang di plasma ini. Demikian juga kualitas dari hasil dari plasma makin kuat dengan dukungan dari Budiman,” tutur Arya.

    Budiman dilantik sebagai Komisaris Independen PTPN V pada Jumat, 22 Januari 2021. Budiman mengatakan tak langsung menyetujui tawaran itu lantaran sempat berpikir tentang program-program yang akan dijalankan perusahaan pada masa mendatang.

    Sebagai komisaris, Budiman menolak menjadi pejabat perusahaan yang tidak memiliki target. “Saya enggak mau sekadar nongkrong-nongkrong gabut. Saya bukan komisaris seperti itu,” tutur Budiman saat dihubungi Tempo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.