PUPR Selesaikan Pembangunan Fasilitas Isolasi 3 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • RS Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh yang kapasitasnya sudah ditingkatkan oleh Kementerian PUPR dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19. Dokumentasi Kementerian PUPR

    RS Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh yang kapasitasnya sudah ditingkatkan oleh Kementerian PUPR dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19. Dokumentasi Kementerian PUPR

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menyelesaikan peningkatan kapasitas gedung tiga rumah sakit (RS) rujukan untuk mendukung penanganan Covid-19.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah berusaha keras untuk memberikan penanganan terbaik kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

    “Pembangunan gedung fasilitas isolasi/observant tersebut merupakan salah satu upaya peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan terhadap kebutuhan penanganan masyarakat yang terdampak Covid-19. Penyelesaian rumah sakit tersebut juga merupakan bagian dari refocussing kegiatan Kementerian PUPR TA 2020 untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19," kata Menteri Basuki dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021.

    Baca Juga: Realisasi Anggaran PUPR Tahun Lalu Capai 93,9 Persen dari Target

    ADVERTISEMENT

    Kementerian PUPR terus berkomitmen untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 melalui pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan untuk peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan di sejumlah daerah.

    Hingga akhir tahun 2020 terdapat tambahan tiga Rumah Sakit (RS) rujukan yang selesai pembangunan/renovasinya, yakni RS Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, RS Umum Daerah (RSUD) lr. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan renovasi Gedung Kitawaya di Provinsi Sulawesi Utara.

    Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan semua pekerjaan tersebut dilaksanakan dengan metode design and build dengan waktu yang cukup singkat paling lama yakni 45 hari. Dalam pembangunannya telah dilaksanakan pendampingan oleh Perwakilan BPKP masing-masing Provinsi.

    Selanjutnya untuk pengoperasian menurut Diana akan diserahkan kepada masing-masing pihak RS/Dinas Kesehatan Provinsi setempat. Pengoperasian akan dimulai segera setelah alat kesehatan sudah tersedia seluruhnya serta tenaga kesehatan sudah siap dan sudah mendapatkan pelatihan.

    Sebelumnya Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan pembangunan/renovasi peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan di sejumlah daerah untuk penanganan Covid-19, yakni fasilitas penampungan/observasi/karantina di Pulau Galang, Kota Batam, renovasi/rehabilitasi RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

    Kemudian PUPR juga melakukan peningkatan fasilitas RS Kabupaten Lamongan, RSUD Biak Numfor Papua, serta Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...