Ini Cara Pemerintah Cari Solusi Stabilkan Harga Daging Sapi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang daging melayani calon pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa 19 Januari 2021. Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) mengeluarkan edaran dan memutuskan untuk menghentikan aktivitas perdagangan daging sapi di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Himbauan penyetopan perdagangan dan pemotongan daging sapi di Jadetabek berlaku sejak Selasa 19 Januari 2021 malam hari hingga 22 Januari 2021 sebagai tuntutan untuk menurunkan harga yang terus naik sejak tahun baru 2021 dan menyebabkan minat pembeli turun karena harga tinggi. Tempo/Nurdiansah

    Pedagang daging melayani calon pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa 19 Januari 2021. Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) mengeluarkan edaran dan memutuskan untuk menghentikan aktivitas perdagangan daging sapi di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Himbauan penyetopan perdagangan dan pemotongan daging sapi di Jadetabek berlaku sejak Selasa 19 Januari 2021 malam hari hingga 22 Januari 2021 sebagai tuntutan untuk menurunkan harga yang terus naik sejak tahun baru 2021 dan menyebabkan minat pembeli turun karena harga tinggi. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mempertemukan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) dengan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) terkait kenaikan harga daging sapi.

    Pertemuan yang juga dihadiri perwakilan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Bulog hingga PT Berdikari ini, merupakan upaya Pemerintah dalam mencari solusi adanya isu kenaikan harga daging sapi, hingga kesiapan menjelang hari raya Idul Fitri mendatang.

    “Melalui pertemuan ini, saya harap ada solusi agar harga daging sapi tidak terus naik dan jadi masalah baru dan beban masyarakat di tengah penanganan Covid-19 dan berbagai bencana yang ada,” kata Moeldoko dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Januari 2021.

    Baca Juga: KPPU Buka Opsi Selidiki Perkara Kenaikan Harga Daging Sapi di Pasaran

    Dia memaparkan para pihak yang hadir pada pertemuan tersebut menyusun kembali perhitungan stok daging yang ada. Melalui langkah itu, kata Moeldoko, setiap pihak bisa memetakan persiapan untuk menetapkan harga daging dan memutuskan kebijakan impor daging maupun impor sapi dari beberapa negara.

    Adapun mengenai isu kenaikan harga daging yang sedang ramai belakangan ini, Moeldoko telah mendapat informasi bahwa hal itu sudah dikendalikan oleh Gapuspindo dan APDI yang difasilitasi Kemendag. “Dengan begitu, jangan sampai lagi konsumen merasa harga masih tinggi. Gapuspindo sebagai pihak hulu sudah menurunkan harga, jangan sampai APDI tetap menaikkan harga ke konsumen,” jelas Moeldoko.

    Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra menerangkan sejak aksi mogok pedagang daging di beberapa wilayah, pihaknya langsung turun tangan dengan memfasilitasi pertemuan antara Gapuspindo dan APDI. Syailendra menuturkan, dari pertemuan itu kedua pihak sepakat dengan mengambi jalan tengah penetapan harga dari hulu pada kisaran Rp 94 ribu per kilogram, sehingga pedagang ritel bisa menjual di bawah harga Rp 120 ribu per kilo gram.

    “Ini sebagai langkah jangka pendek. Kami juga sudah tentukan langkah jangka menengah dan jangka panjang, terutama melalui kebijakan impor di luar Australia yang terus menaikkan harga sapi,” ujar Syailendra.

    Ketua APDI Asnawi pun menyambut positif jalan tengah yang telah disepakati bersama Gapuspindo. Bahkan, kata Asnawi, sejak terjadinya kesepakatan itu, APDI telah meminta seluruh pedagang daging untuk kembali melanjutkan kegiatannya dan menghentikan aksi mogok.

    “Sekarang, para pedagang sudah bisa menjual daging dengan harga terendah Rp 105 ribu per kilo gram dari sebelumnya yang bisa di atas Rp 120 ribu per kilo gram,” jelas Asnawi.

    Sementara itu, Ketua Dewan Gapuspindo Didiek Purwanto menjelaskan pihaknya memang telah menaikkan harga daging seiring dengan naiknya harga sapi impor dari Australia. Didiek memaparkan sejak harga sapi impor Australia menyentuh level terendah USD 2,5 per kilo gram hidup, terjadi peningkatan harga hingga USD 3,8 per kilo gram atau setara Rp 55.460 per kilo gram pada akhir Desember 2020.

    “Sehingga, sebagian anggota kami sudah tidak bisa lagi melakukan impor dari Australi, dan membuat adanya lonjakan harga setelah pada 2019-2020 tidak ada lonjakan harga. Kami pun berharap, ke depannya ada alternatif negara yang bisa impor sapi di tengah kondisi impor dari Australia,” kata Didiek.

    Di sisi lain, perwakilan Bulog dan Berdikari menyatakan kesiapannya untuk memenuhi stok kebutuhan daging sapi menjelang hari raya Idul Fitri mendatang. Catatannya, proses perizinan impor dari negara di luar Australia bisa dipercepat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.