Kemendag Beberkan Penyebab Lonjakan Harga Daging Sapi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sepi los pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Rabu 20 Januari 2021. Saat ini harga daging sapi mencapai sekitar Rp130 ribu per kilogram. TEMPO/Subekti

    Suasana sepi los pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Rabu 20 Januari 2021. Saat ini harga daging sapi mencapai sekitar Rp130 ribu per kilogram. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan atau Kemendag Suhanto mengatakan stok daging sapi saat ini tersedia untuk memenuhi kebutuhan nasional. Pemerintah menjamin permintaan daging sapi di pasar rakyat dapat terpenuhi.

    “Saat ini stok daging sapi tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Kemendag terus berupaya menjaga stok agar masyarakat tetap memiliki akses ke daging sapi,” kata Suhanto dalam keterangan tertulis Kamis malam, 21 Januari 2021.

    Sebelumnya, Dewan Pembina Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta menyatakan mogok jualan daging sapi di pasar rakyat se-Jadetabek karena ada kenaikan harga karkas di tingkat Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Hal ini berdampak pada kenaikan harga daging sapi di tingkat pedagang.

    Para pedang mengeluhkan harga daging sapi murni di kisaran Rp 122.000 per kilogram (kg) belakangan ini, atau naik ketimbang di hari-hari normal di Rp 114.000 per kg. Kenaikan juga terjadi pada daging paha belakang yang kini dibanderol Rp 128.000 per kg ketika sebelumnya hanya di kisaran Rp 120.000 per kg.

    Menanggapi hal tersebut, Suhanto menjelaskan, Kemendag telah berkoordinasi dengan APDI dan memperoleh informasi bahwa harga karkas di tingkat RPH naik sekitar 11,6 - 12,6 persen pada Januari 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.