PPKM Diperpanjang, Sandiaga Uno: Okupansi Hotel di Bawah Titik Impas

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. Dalam rapat ini, Sandiaga didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Angela Tanoesoedibjo. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. Dalam rapat ini, Sandiaga didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Angela Tanoesoedibjo. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan perpanjangan pemberlakuan kegiatan masyarakat atau PPKM akan berdampak pada ketahanan pelaku usaha yang bergerak di bidang hotel. Ia menyebut tingkat keterisian kamar hotel atau okupansi akan menurun.

    “Okupansi hotel sudah di bawah break event point atau titik impas dan ini menambah beban dan PPKM menjadi satu tambahan kesulitan untuk pelaku usaha maupun masyarakat,” ujar Sandiaga Uno saat dihubungi melalui tim komunikasinya pada Jumat, 22 Januari 2021.

    Sandiaga sebelumnya telah mendengar sejumlah keluhan dari pengusaha hotel serta restoran dan pelaku usaha kreatif lainnya. Ia mengungkapkan ada 34 juta orang yang terdampak karena menggantungkan pekerjaannya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

    Selain sektor pariwisata, Sandiaga juga menggelar rapat dengan pelaku UMKM serta pemilik tenan di pusat perbelanjaan. Menurut dia, pelaku usaha semakin berat bertahan meski sejumlah keringanan telah diberikan, seperti adanya biaya sewa restoran. Rata-rata pengusaha, tutur Sandiaga, terbelit beban utang sewa kepada pengelola mal.

    Sandiaga pun menyebut Kementerian tengah menyiapkan tiga strategi untuk menekan dampak PPKM terhadap pelaku usaha. Pertama, Kementerian akan menggencarkan inovasi terhadap produk-produk pariwisata dan ekonomi kreatif agar bisa diberdayakan selama pandemi.

    Salah satunya, Kementerian terus membuka kamar hotel untuk sarana isolasi mandiri. Kementerian juga mendorong pelaku usaha catering menyiapkan konsumsi untuk pasien di titik-titik karantina yang disediakan pemerintah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.