Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ-182 Disetop Setelah 13 Hari, Hasilnya?

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serpihan bagian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang dikumpulkan selama total 13 hari operasi SAR di Terminal JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Operasi SAR resmi dihentikan pada hari ini, Kamis, 21 Januari 2021. Tempo/Fajar Pebrianto

    Serpihan bagian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang dikumpulkan selama total 13 hari operasi SAR di Terminal JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Operasi SAR resmi dihentikan pada hari ini, Kamis, 21 Januari 2021. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengumumkan operasi SAR untuk pencarian korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 resmi dihentikan, setelah berlangsung 13 hari. Selama masa pencarian tersebut, ada 43 jenazah yang sudah berhasil teridentifikasi dari total 62 penumpang dalam pesawat tersebut.

    "Insya Allah hari ini, saya dengar ada lagi yang terindentifikasi," kata Budi Karya dalam konferensi pers di posko evakuasi di Terminal JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 21 Januari 2021.

    Dari 43 korban tersebut, sudah 32 jenazah yang diserahkan kepada keluarga mereka. Santunan juga telah diberikan oleh Jasa Raharja kepada 39 ahli waris, dan Sriwijaya untuk 1 ahli waris. "Juga ada nanti tambahan ahli waris (penerima) 5 orang," kata Budi.

    Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat rute Jakarta-Pontianak itu hilang kontak pukul 14.40 WIB.

    Pesawat Sriwijaya Air itu membawa 62 orang. Sebanyak 50 orang merupakan penumpang dan 12 lainnya adalah kru. Pesawat semestinya dijadwalkan tiba di Pontianak pukul 15.50 WIB.

    Hingga hari terakhir operasi SAR, tim evakuasi telah mengumpulkan 324 kantong jenazah, 64 kantong serpihan kecil pesawat, dan 54 bagian besar pesawat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.