Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ-182 Resmi Dihentikan, SAR Tetap Pantau

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan sejumlah pejabat dari TNI Angkatan Laut, Polri, Basarnas, dalam pengumuman penutupan operasi SAR pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Terminal JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 21 Januari 2021. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan sejumlah pejabat dari TNI Angkatan Laut, Polri, Basarnas, dalam pengumuman penutupan operasi SAR pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Terminal JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 21 Januari 2021. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi resmi menutup operasi SAR untuk pencarian korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Operasi SAR ditutup setelah berjalan selama 13 hari sejak pesawat jatuh pada Sabtu, 9 Januari 2021.

    "Hari ini hari terakhir, dengan berbagai pertimbangan, maka kami tutup operasi SAR pada hari ini," kata Budi Karya dalam konferensi pers di Posko Pencarian di Terminal JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 21 Januari 2021.

    Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Pesawat jatuh saat terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten ke Pontianak, Kalimantan Barat, pada 9 Januari lalu.

    Hingga hari ini, proses evakuasi yang dilakukan telah mengumpulkan 324 kantong jenazah, 64 kantong serpihan kecil pesawat, dan 54 bagian besar pesawat. Adapun total jenazah yang sudah berhasil diidentifikasi mencapai 43 orang.

    ADVERTISEMENT

    Setelah operasi tim SAR dihentikan, operasi lanjutan tetap bergulir. Tapi, operasi ini fokus untuk pencarian komponen CVR pada pesawat. Komponen berguna untuk analisis penyebab jatuhnya pesawat.

    Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito menyatakan operasi SAR untuk pencarian dan pertolongan korban resmi dihentikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?